Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengirim pesan terakhir kepada temannya yang mengaku dirinya diculik oleh orang tak dikenal. Dalam pesan tersebut, korban menyebut dirinya dibawa menggunakan mobil dan tidak mengetahui lokasi keberadaannya.
Korban terakhir terlihat berada di sekolah hingga kegiatan belajar selesai sekitar pukul 13.40 WIB. Setelah pulang sekolah, korban dinyatakan hilang dan tidak dapat dihubungi.
Pada Jumat (13/2/2026) malam, jasad korban ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang kreator konten TikTok saat melakukan siaran langsung di kawasan bekas objek wisata Kampung Gajah Wonderland, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Saat ditemukan, kondisi tubuh korban dilaporkan penuh luka. Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Isi pesan terakhir korban yang beredar di media sosial menunjukkan kepanikan. Korban menulis bahwa dirinya diculik saat perjalanan pulang sambil membawa uang, serta merasa diawasi oleh seseorang.
Kasus kematian siswa tersebut kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Polisi terus mendalami kronologi hilangnya korban serta keaslian pesan terakhir yang dikirim sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Kasus kematian siswa SMP berinisial ZAAQ di Bandung Barat masih menjadi perhatian publik setelah isi chat terakhir korban sebelum meninggal dunia beredar di media sosial.
Dalam percakapan tersebut, korban sempat meminta temannya agar tidak menelepon karena merasa sedang diawasi seseorang.
“Mnh di mana (kamu di mana?). Baleg (pulang),” tanya temannya.
“Tong ditelepon. Aya nu ngawas (Jangan ditelepon. Ada yang ngawasin),” balas korban.
Hingga kini, kasus kematian pelajar dari SMPN 26 Bandung tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.
Jasad Ditemukan Konten Kreator
Kapolres Cimahi, Niko Nurallah Adi Putra, mengungkapkan jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang konten kreator di kawasan bekas objek wisata Kampung Gajah Wonderland, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Saksi awalnya mencium bau menyengat di sekitar lokasi. Setelah ditelusuri, bau tersebut ternyata berasal dari sesosok mayat di area wisata yang sudah tidak beroperasi itu.
“Betul, kami menerima laporan penemuan korban meninggal dunia di eks Kampung Gajah sekitar pukul 20.45 WIB,” ujar Kapolres.
Saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada petugas keamanan setempat yang selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian.
Polisi Lakukan Autopsi
Polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan sejumlah fakta terus didalami, termasuk kronologi hilangnya korban serta isi pesan terakhir yang dikirim sebelum ditemukan meninggal dunia.
Pengakuan Keluarga
Keluarga menyebut korban terakhir terlihat pada Senin malam sebelum dinyatakan menghilang. Paman korban, Yusuf (27), mengatakan keponakannya masih beraktivitas normal dan berangkat sekolah seperti biasa keesokan harinya.
Menurut Yusuf, ia tidak sempat kembali bertemu korban karena berangkat bekerja lebih dahulu ke pasar. Namun setelah jam sekolah berakhir, korban tidak lagi memberi kabar kepada keluarga.
“Saat itu kami belum curiga karena aktivitasnya seperti biasa. Tapi setelah pulang sekolah, dia tidak bisa dihubungi,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Korban dikenal sebagai anak pendiam dan tidak pernah memiliki masalah di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah. Keluarga mengaku tidak mengetahui adanya konflik atau persoalan yang dialami korban sebelumnya.
Keluarga Lakukan Pencarian
Beberapa hari setelah korban tidak pulang, keluarga berinisiatif melakukan pencarian secara mandiri. Sejumlah lokasi disisir, termasuk mendatangi kerabat di wilayah Garut yang merupakan kampung halaman keluarga besar korban.
Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Keluarga kemudian melaporkan kejadian itu secara resmi kepada pihak kepolisian agar pencarian dapat diperluas.
Kabar duka baru diterima keluarga setelah muncul informasi mengenai penemuan jasad seorang remaja di kawasan eks Kampung Gajah. Pihak keluarga kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pencocokan ciri-ciri korban.
Identitas korban akhirnya dipastikan berdasarkan pakaian yang dikenakan saat ditemukan.
“Kami mengenalinya dari pakaian yang dipakai,” kata Yusuf.
Kronologi Penemuan Siswa SMPN 26 Bandung Tewas di Bandung Barat:
Senin, 9 Februari 2026 – Korban Masuk Sekolah Seperti Biasa
Siswa berinisial Z, pelajar SMPN 26 Bandung, mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal hingga selesai sekitar pukul 13.40 WIB. Berdasarkan buku piket dan absensi kelas VII G, korban tercatat hadir penuh, termasuk mengikuti pelajaran olahraga.
Usai Pulang Sekolah – Korban Tidak Kembali ke Rumah
Setelah jam sekolah berakhir, korban pulang mengenakan pakaian olahraga bersama siswa lain. Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung tiba di rumah dan mulai dinyatakan hilang oleh keluarga.
Selasa, 10 Februari 2026 – Keluarga Hubungi Sekolah
Pihak keluarga mengabarkan kepada sekolah bahwa korban belum pulang sejak sehari sebelumnya. Sekolah kemudian mulai berkoordinasi dengan keluarga untuk melakukan penelusuran awal.
Rabu, 11 Februari 2026 – Pencarian Diperluas
Karena korban belum ditemukan, pihak sekolah menyebarkan flyer orang hilang serta berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung dan kepolisian guna membantu pencarian.
Beredar Informasi Hoaks Lokasi Korban
Sempat muncul kabar di media sosial yang menyebut korban berada di wilayah Garut. Namun setelah dikonfirmasi keluarga, informasi tersebut dipastikan tidak benar.
Jumat, 13 Februari 2026 Malam – Jasad Ditemukan
Sekitar pukul 20.45 WIB, seorang kreator konten menemukan jasad anak laki-laki di kawasan bekas objek wisata Kampung Gajah Wonderland, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Penemuan terjadi saat saksi melakukan siaran langsung media sosial dan mencium bau menyengat di lokasi.
Laporan ke Aparat dan Olah TKP
Temuan tersebut dilaporkan kepada petugas keamanan setempat dan diteruskan ke kepolisian. Aparat segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Identifikasi dan Penyelidikan Polisi
Polisi memastikan jasad tersebut adalah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Editor : Uways Alqadrie