Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, menegaskan aktivitas di kediaman pribadi yang berlokasi di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, tetap berjalan seperti biasa. Namun masyarakat diingatkan agar tidak melakukan aksi menyerupai ritual meratap di depan gerbang rumah.
Menurutnya, imbauan tersebut diberikan karena masih ada sejumlah pengunjung yang mencoba meniru tren viral yang beredar di internet. Padahal, rumah tersebut merupakan hunian pribadi, bukan tempat wisata ataupun lokasi religi.
Fenomena ini bermula setelah lokasi rumah Jokowi tiba-tiba diberi label “Tembok Ratapan Solo” di Google Maps. Penamaan itu kemudian semakin ramai diperbincangkan usai beredar video seorang pemuda yang beraksi seolah sedang meratap di depan gerbang rumah mantan presiden tersebut.
Sejumlah konten media sosial bahkan menyebut lokasi itu sebagai spot viral baru bagi kalangan anak muda. Meski demikian, pihak keluarga memilih menyikapi tren tersebut secara santai dan tidak merasa tersinggung dengan penamaan yang muncul di platform digital.
Syarif mengaku telah mengetahui perubahan nama lokasi tersebut, namun belum memastikan apakah Jokowi sendiri sudah melihatnya. Ia juga enggan menanggapi lebih jauh terkait kemungkinan pengajuan perubahan nama di Google Maps.
Pihak keluarga menegaskan, masyarakat tetap dipersilakan datang sebagaimana biasa, selama menjaga ketertiban serta menghormati privasi penghuni rumah.
Editor : Uways Alqadrie