Pelaksanaan ibadah berlangsung serentak di ribuan masjid dan musala Muhammadiyah. Sejak selepas salat Isya, jemaah tampak memadati tempat ibadah untuk menyambut malam pertama Ramadan dengan khusyuk.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sukadiono, mengatakan pelaksanaan tarawih dilakukan berdasarkan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah menetapkan awal puasa lebih awal.
Keputusan tersebut, kata dia, sudah diumumkan sejak beberapa bulan lalu agar seluruh pengurus masjid memiliki waktu cukup menyiapkan pelaksanaan ibadah.
Di Jawa Timur sendiri, tercatat sekitar 5.400 masjid dan musala Muhammadiyah menggelar salat tarawih malam ini.
Persiapan dilakukan melalui koordinasi berjenjang mulai dari pimpinan wilayah hingga cabang dan ranting, termasuk pengaturan fasilitas ibadah serta kesiapan jemaah.
Sukadiono juga mengingatkan warga Muhammadiyah untuk tetap menjaga sikap saling menghormati di tengah kemungkinan perbedaan awal Ramadan dengan pemerintah maupun organisasi Islam lainnya.
Menurutnya, perbedaan penentuan awal puasa merupakan hal yang lazim terjadi setiap tahun.
Ia mengimbau pelaksanaan ibadah tetap mengedepankan ketertiban dan kesantunan, termasuk penggunaan pengeras suara agar tidak mengganggu masyarakat sekitar.
“Yang terpenting adalah menjaga suasana Ramadan tetap damai dan penuh toleransi,” ujarnya.
Pelaksanaan tarawih perdana ini sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah Ramadan bagi warga Muhammadiyah di Jawa Timur, mulai dari salat malam, tadarus Al-Qur’an, hingga berbagai kegiatan keagamaan lainnya sepanjang bulan suci.
Editor : Uways Alqadrie