Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sebut Medan Kaltim Berat, Pemprov Kaltim Ungkap Alasan Beli SUV Hybrid Rp8,5 M untuk Operasional Gubernur

Eko Pralistio • Jumat, 20 Februari 2026 | 20:50 WIB

Sekprov Kaltim Sri Wahyuni memberikan keterangan pers di Samarinda,Jumat (20/2/2026). (EKO/KP)
Sekprov Kaltim Sri Wahyuni memberikan keterangan pers di Samarinda,Jumat (20/2/2026). (EKO/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Mobil mewah seharga Rp 8,5 miliar yang beli Pemprov Kalimantan Timur menjadi perhatian publik. Pengadaan barang itu dianggap Pemprov bukan tanpa alasan, meski diadakan disaat kondisi fiskal tak ideal.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Sri Wahyuni, dikonfirmasi pada Jumat (20/2/2026) membenarkan kendaraan itu diperuntukan bagi pimpinan daerah dan sudah ada barangnya. "Ya, diadakan untuk mobil dinas pimpinan daerah," ucapnya.

Sri menuturkan, kebutuhan kendaraan dengan spesifikasi khusus muncul dari pengalaman di lapangan. Sri menceritakan, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud kerap turun langsung meninjau lokasi-lokasi yang aksesnya sulit dijangkau kendaraan biasa.

Baca Juga: Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar Disorot, Pengamat: Gubernur Kaltim Gagal Pahami Skala Prioritas Rakyat!

Salah satunya saat kunjungan ke Kelurahan Sotek, Kabupaten Penajam Paser Utara, serta ke Kecamatan Bongan, Kutai Barat. Dalam kunjungan itu, rombongan sempat tertahan di kawasan hutan karena medan yang berat dan akses jalan yang belum memadai.

“Memang sebelumnya sudah diberi tahu tidak ada jalan. Tapi beliau ingin tahu sampai mana tembusnya. Kalau masyarakat bisa lewat, beliau juga ingin sampai di situ,” ungkap Sri.

Sri mengklaim pernah mendampingi kunjungan lapangan di mana gubernur harus berganti kendaraan karena mobil yang digunakan tidak mampu melintasi medan. Dari situ, menurutnya, muncul pertimbangan bahwa kendaraan kepala daerah harus mampu menembus berbagai karakter medan di Kaltim.

Baca Juga: Soroti Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar, DPRD Kaltim: Kenapa Tidak Pakai Mobil yang Ada atau Sewa?

“Artinya kendaraan kepala daerah memang harus bisa menembus medan Kaltim, di medan apa saja,” tegasnya. Lebih lanjut, kunjungan langsung ke lokasi menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan. Terutama ketika pemerintah hendak memutuskan dukungan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah terpencil.

“Kalau beliau mau memutuskan, misalnya jalan ini akan disupport, beliau tahu langsung kondisinya seperti apa. Sampai mana, apa saja hambatannya. Karena ini terkait membuka ekonomi baru bagi Kaltim,” jelasnya.

Menurutnya, konektivitas antarwilayah menjadi perhatian serius. Apalagi Kaltim berbatasan dengan Kalimantan Utara dan menjadi daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca Juga: Pemprov Kaltim Beli Mobil Mewah Rp 8,5 Miliar di Tengah Kondisi Fiskal Tak Ideal, Ini Spesifikasinya

Pembukaan akses jalan dinilai berdampak strategis dalam jangka panjang. “Beliau (gubernur) berpikirnya bukan hanya untuk sekarang, tapi ke depan. Kalau itu dibuka, wilayah mana langsung terhubung. Kaltara menunggu, IKN juga menunggu,” ujarnya.

Terkait spesifikasi kendaraan, Sri menyebut mobil tersebut dirancang untuk mampu menjangkau medan lapangan, tetapi tetap representatif untuk tugas protokoler seperti menjemput tamu maupun kunjungan resmi, termasuk ke kawasan IKN.

“Artinya ada mobil yang bisa ke medan lapangan, tapi juga bisa digunakan untuk fungsi lain,” katanya. Saat disinggung soal kritik publik yang menilai pengadaan tersebut sensitif di tengah pemangkasan anggaran, Sri enggan berpanjang lebar. Pihaknya menyebut penjelasan teknis sebelumnya telah disampaikan pejabat terkait.

Baca Juga: Pemprov Kaltim Tarik Paksa Mobil Dinas dari Tangan Pensiunan ASN setelah Dikuasai Bertahun-tahun

“Pak Barjas (biro barang dan jasa) sudah menjelaskan. Saya tidak mengulang lagi,” ujarnya singkat. Namun, dia memastikan mobil tersebut telah tersedia dan digunakan. “Kalau sudah diadakan, pasti sudah ada,” pungkasnya.

Untuk diketahui, informasi pengadaan itu tecatat di dalam sistem Inaproc Pemprov Kaltim. Dokumen itu menjelaskan bagaimana kendaraan yang dibutuhkan; spesifikasi SUV hybrid 2.996 cc dengan tenaga 434 HP, kapasitas baterai 38,2 kWh, serta penggerak listrik dengan torsi 620 Nm. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#pemprov kaltim #sri wahyuni #mobil dinas #Rudy Masud #Sekprov Kaltim