KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sektor pusat perbelanjaan di Kaltim masih menunjukkan daya tahan meski kondisi ekonomi nasional sedang mengalami perlambatan. Masyarakat memang lebih selektif dalam berbelanja, namun aktivitas ekonomi di mal tetap bergerak positif.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kaltim Aries Adriyanto mengungkapkan, tren kunjungan dan transaksi di sejumlah pusat perbelanjaan, khususnya di Balikpapan, justru mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menyebut kenaikan transaksi rata-rata mencapai 5 persen jika dibandingkan periode dengan periode 2024. “Secara nasional ekonomi memang terasa melambat sehingga masyarakat agak mengerem belanja. Tapi di mal Kaltim trennya masih positif dan ada kenaikan transaksi,” kata Aries.
Program Balikpapan Great Sale yang berlangsung sepanjang Februari menjadi salah satu pendorong stabilitas tersebut. Diskon yang diberikan tenant bervariasi, mulai dari 10 persen hingga 70 persen, mencakup produk fesyen, makanan, hingga elektronik.
Aries menjelaskan pola belanja masyarakat saat Ramadan juga memiliki siklus tersendiri. Pada dua minggu awal biasanya kunjungan menurun karena masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah.
Lonjakan baru terlihat menjelang Lebaran, terutama setelah masyarakat menerima gaji dan tunjangan hari raya.
“Biasanya puncaknya minggu ketiga dan keempat Ramadan. Setelah THR cair, daya beli langsung naik,” katanya.
Selain faktor musiman, pertumbuhan penduduk Balikpapan dan peningkatan mobilitas pekerja juga turut mendorong aktivitas ritel. Aries menilai pusat perbelanjaan kini kembali menjadi destinasi rekreasi keluarga sekaligus tempat belanja utama.
Ia optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga periode Lebaran, terlebih promosi akan diperpanjang oleh masing-masing tenant. “Kami harapkan transaksi tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu karena momentum Ramadan dan Lebaran selalu menjadi penggerak ekonomi ritel,” tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo