KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Setahun sudah kepemimpinan Rudy Mas'ud dan Seno Aji dalam memegang kendali pemerintahan di Kalimantan Timur. Pasangan dengan mengusung tagline "Gratispol itu dilantik pada 20 Februari 2025 silam.
Keduanya sepakat menjanjikan pendidikan, kesehatan, dan beberapa hal lainnya secara gratis. Plus percepatan infrastruktur vital di sejumlah daerah. Setahun berjalan ini, publik mulai meraba-raba sejauh mana janji politik keduannya dijalankan. Ketika diwawancara awak media pada Senin (23/2/2026), Rudy tak ingin buru-buru menjawab dengan angka penilaian.
"Teman-teman (wartawan) yang bisa mengukur, saya tidak bisa mengukurnya," ucapnya dikonfirmasi di Gedung DPRD Kaltim. Namun pada kesempatan itu, Rudy menyebut sejumlah capaian yang diklaimnya bisa menjadi indikator di kepemimpinannya.
Baca Juga: Jangan Sampai Jadi Arsip, Ketua DPRD Kaltim Minta Usulan Reses Segera Diinput ke SIPD-RI
Salah satunya adalah rampungnya Jembatan Nibung yang terletak di Kutai Timur. Proyek itu disebut Rudy tak kunjung rampung selama empat massa gubernur. Di eranya barulah tuntas. Rudy menegaskan dalam waktu dekat akan meresmikan Jembatan Nibung, meski ada sedikit pergeseran hari.
"Awalnya kita jadwalkan pada 25 Februari, dimajukan jadi 24 Februari. Insyaallah kita resmikan, ini jembatan sudah bisa kita selesaikan, yang mana sebelumnya tidak selesai di empat masa gubernur," urainya.
Di bagian akses jalan, Rudy menyinggung perbedaan ruas jalan sebelum dan sesudah dirinya bekerja. Pada 2024 silam, lanjut dia, pembangunan jalan baru tuntas sepanjang sekitar 4 kilomter.
Sementara pada 2025, tepatnya setelah retret selesai, Rudy mengklaim langsung tancap gas. Jalan baru yang dibangun sudah mencapai hampir 25 kilometer. “Alhamdulillah itu yang telah kita lakukan,” singkatnya.
Di luar itu, sejumlah proyek masih tertahan kemampuan anggaran. Rencana melanjutkan pembangunan beberapa jembatan belum bisa dieksekusi dalam waktu dekat. “Hari ini anggaran kita tidak siap,” kata Rudy.
Tantangan juga datang dari wilayah tertinggal seperti di tiga daerah di Kutai Barat, yaknu Tanjung Soke, Gerunggung, Lemper, dan Bongan. Menurut Rudy, sebagian kawasan itu bahkan belum memiliki akses jalan memadai.
Tahun ini, pemprov menargetkan pembangunan akses di wilayah Bongan, dengan lebar jalan sekitar 1,88 meter.
"Dan dalam jangka panjang menyambungkannya ke Sotek hingga terhubung ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), menunggu kesiapan anggaran dan dibahasa bersama DPRD nantinya," pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki