Militer Iran meluncurkan sejumlah rudal balistik yang mengarah ke wilayah Israel, memicu bunyi sirene peringatan di berbagai kota, termasuk Israel utara. Sistem pertahanan udara Israel diaktifkan untuk mencegat serangan tersebut, sementara status darurat nasional masih diberlakukan.
Selain Israel, Iran juga menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk Arab. Kantor berita Iran melaporkan serangan diarahkan ke fasilitas militer AS di Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Kuwait. Beberapa negara mengonfirmasi telah mengaktifkan sistem pertahanan udara mereka menyusul peringatan ancaman rudal.
Baca Juga: Aliansi AS-Israel Gempur 5 Kota Besar Iran, Teheran Membara
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Al Jazeera bahwa seluruh kepentingan dan aset Amerika Serikat serta Israel di kawasan Timur Tengah kini menjadi target sah. Ia menegaskan Iran tidak lagi memiliki “garis merah” setelah apa yang disebutnya sebagai agresi militer terhadap wilayah Iran.
Televisi pemerintah Iran melaporkan Teheran tengah menyiapkan respons lanjutan yang lebih kuat jika serangan berlanjut. Pernyataan tersebut memperkuat sinyal bahwa konflik berpotensi berkembang menjadi konfrontasi terbuka berskala regional.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel menyatakan terus memantau situasi dan meningkatkan kesiagaan militer di kawasan. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menegaskan operasi militer terhadap Iran dilakukan demi melindungi kepentingan keamanan nasional Amerika.
Pengamat menilai serangan balasan Iran berpotensi menyeret lebih banyak negara Timur Tengah ke dalam konflik, terutama negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS. Ketegangan ini juga dinilai dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ekonomi regional.(*)
Editor : Thomas Priyandoko