KALTIMPOST.ID — Keberadaan dan kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi sorotan setelah laporan serangan udara Amerika Serikat dan Israel menghantam area kediamannya pada Sabtu (28/2/2026).
Citra satelit yang beredar menunjukkan kerusakan signifikan di kompleks yang selama ini dikenal sebagai lokasi dengan pengamanan ketat.
Gambar satelit yang diambil oleh perusahaan Airbus memperlihatkan kepulan asap hitam tebal membumbung dari kompleks kediaman Khamenei usai serangan.
Sejumlah bagian bangunan tampak mengalami kerusakan berat, bahkan disebut runtuh akibat pemboman.
Otoritas Iran menyatakan Khamenei dalam kondisi aman telah dipindahkan ke lokasi aman sebelum serangan terjadi.
Meski demikian, serangan tersebut memperbesar spekulasi mengenai target operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel di jantung kekuasaan Iran.
Selain kediaman pribadi, wilayah di sekitar kantor resmi Pemimpin Tertinggi Iran juga dilaporkan menjadi sasaran serangan udara. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi terkait korban jiwa di lokasi tersebut.
Di tengah ketegangan, rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan sekelompok pelajar sekolah menengah di Iran terdengar bersorak dan meneriakkan dukungan kepada Presiden AS Donald Trump setelah ledakan terjadi. Rekaman tersebut memicu beragam reaksi di dalam dan luar negeri.
Insiden ini menambah eskalasi konflik regional yang kian memanas, sekaligus memperdalam ketidakpastian terkait stabilitas keamanan dan kepemimpinan Iran di tengah serangan militer yang masih berlangsung.
Editor : Thomas Priyandoko