KALTIMPOST.ID, WASHINGTON – Militer Israel merilis daftar nama pejabat senior Iran yang diklaim tewas dalam serangan udara besar yang terjadi akhir pekan lalu. Serangan tersebut disebut menyasar sejumlah tokoh penting pemerintahan dan militer Iran di tengah meningkatkan konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan pihak Israel, beberapa nama yang disebut menjadi korban di antaranya Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh, Kepala Dewan Keamanan Nasional Ali Shamkhani, serta Komandan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC Mohammad Pakpour.
Selain itu, sejumlah pejabat intelijen dan peneliti strategi juga dilaporkan masuk dalam daftar korban.
Baca Juga: Trump Klaim Ali Khamenei Tewas Usai Serangan AS-Israel, Iran Bantah dan Sebut Masih Memimpin Perang
Israel menyebut serangan udara tersebut merupakan bagian dari operasi militer besar yang menargetkan struktur komando Iran. Namun hingga kini, pihak Israel belum menyertakan bukti visual dan konfirmasi independen terkait kabar kematian para pejabat tersebut.
Pemerintah Iran segera menanggapi dengan membantah klaim tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa sejauh informasi yang diterimanya, para pemimpin utama negara masih dalam kondisi selamat.
Ia juga menepis kabar yang tersebar terkait terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Ketegangan meningkat setelah Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan militer sejak Sabtu waktu setempat. Serangan itu memicu balasan dari Iran yang menargetkan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Beberapa titik yang disebut menjadi sasaran serangan balasan Iran berada di wilayah Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait hingga Yordania.
Baca Juga: Netanyahu Sebut Ali Khamenei Tewas Diserang Israel, Menlu Iran: Pemimpin Tertinggi Masih Hidup
Situasi ini memperluas kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi konflik yang lebih luas di kawasan yang selama ini menjadi pusat geopolitik global.
Hingga kini, informasi mengenai jumlah korban maupun dampak sebenarnya dari serangan masih tersimpan, sementara masing-masing pihak terus menyampaikan klaim yang berbeda terkait hasil operasi militer tersebut.
Editor : Uways Alqadrie