Serangan terbaru ini menandai meningkatnya eskalasi konflik setelah rangkaian aksi militer yang saling berbalas dalam beberapa hari terakhir.
Militer Israel melaporkan sejumlah rudal ditembakkan ke berbagai wilayah, termasuk kawasan Tel Aviv. Sistem penutupan udara negara itu langsung diaktifkan untuk mencegat proyektil yang masuk.
Meski demikian, satu warga melaporkan meninggal dunia akibat luka serius yang diderita setelah ledakan terjadi di kota tersebut.
Layanan darurat Israel juga mencatat puluhan korban luka dalam kejadian ini. Sebagian besar mengalami cedera ringan, sementara beberapa lainnya berada dalam kondisi serius dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sepanjang malam, sirene peringatan terus berbunyi di berbagai kota, memaksa warga memaksa menuju bunker dan ruang perlindungan bawah tanah.
Aparat setempat mengimbau masyarakat untuk tetap berada di kawasan aman hingga situasi tertutup terkendali.
Baca Juga: Trump Klaim Ali Khamenei Tewas Usai Serangan AS-Israel, Iran Bantah dan Sebut Masih Memimpin Perang
Serangan rudal disebut terjadi dalam beberapa gelombang dalam waktu singkat. Pasukan pertahanan Israel berkali-kali meluncurkan rudal pencegat untuk menghancurkan serangan dari udara, sehingga langit wilayah tersebut dipenuhi kilatan ledakan.
Di sisi lain, Iran sebelumnya juga mengalami korban besar akibat serangan udara gabungan yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Sejumlah laporan menyebutkan korban sipil ikut jatuhan, termasuk anak-anak sekolah.
Kondisi berbeda dialami warga Palestina di wilayah pendudukan. Tanpa fasilitas perlindungan seperti bunker maupun sistem peringatan canggih, masyarakat hanya dapat menyaksikan pertempuran udara dari jarak jauh.
Baca Juga: Netanyahu Sebut Ali Khamenei Tewas Diserang Israel, Menlu Iran: Pemimpin Tertinggi Masih Hidup
Pada hari yang sama, seorang warga Palestina dilaporkan tewas dalam operasi militer Israel di sekitar Hebron, sementara ketegangan dengan kelompok pemukim ekstremis masih terus berlangsung.
Situasi yang terus memanas ini memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap kemungkinan meluasnya konflik perang terbuka berskala regional jika tidak segera mereda.
Editor : Uways Alqadrie