Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Jadwal Kepulangan Jamaah Umrah Asal Kaltim Terancam Molor

Ari Arief • Minggu, 1 Maret 2026 | 10:45 WIB

Jamaah umrah dari Indonesia di Tanah Suci.
Jamaah umrah dari Indonesia di Tanah Suci.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Memanasnya suhu geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada sektor penerbangan religi.

Konflik terbuka yang melibatkan kekuatan militer di wilayah tersebut memaksa sejumlah maskapai untuk melakukan penyesuaian rute penerbangan demi menghindari zona bahaya, yang berimbas pada jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah asal Indonesia.

Berdasarkan data terbaru dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), saat ini terdapat sekitar 58.873 jamaah asal Tanah Air, termasuk dari Kaltim, yang tengah menjalankan ibadah di Arab Saudi. Pemerintah memastikan puluhan ribu jamaah tersebut dalam kondisi terpantau dan aman.

Pantau Intensif Dinamika Regional

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Puji Raharjo, menyatakan bahwa otoritas terkait tengah melakukan monitoring ketat terhadap situasi keamanan di lapangan. Ia meminta para jamaah dan keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang menghadapi dinamika ini.

Baca Juga: Iran Akhirnya Konfirmasi Kematian Ali Khamenei Akibat Serangan Udara AS-Israel

"Kami mengimbau seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetaplah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara atau travel (PPIU) masing-masing guna mendapatkan arahan resmi," ujar Puji dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (1/3).

Keamanan Harga Mati

Pemerintah menegaskan tidak akan berkompromi dengan keselamatan warga negara. Komunikasi intensif terus dijalin dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh untuk memastikan setiap pergerakan jemaah terlindungi.

Meskipun wilayah udara di beberapa zona konflik mengalami penutupan atau pengalihan, situasi di tanah suci dilaporkan masih sangat kondusif bagi para peziarah.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur, untuk waspada terhadap informasi liar atau hoaks yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Ayatollah Ali Khamenei Syahid, Anak dan Cucu Ikut Gugur, Pemerintah Iran Resmi Tetapkan Berkabung 40 Hari

Poin Penting untuk Jamaah dan keluarga bahwa total jamaah di Saudi  58.873 orang (per 1 Maret 2026). Kondisi penerbangan terjadi penyesuaian rute dan jadwal akibat kendala ruang udara. Update resmi hanya melalui Biro Travel (PPIU) atau pengumuman dari Kementerian Agama.

Pemerintah berjanji akan terus memberikan pemutakhiran data jika terdapat perubahan kebijakan terkait jadwal kepulangan jemaah di tengah eskalasi yang terjadi.(*)

Editor : Almasrifah
#militer #konflik #umrah #jamaah #zona