KALTIMPOST.ID, MAKKAH-Eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran pada 28 Februari 2026 kini berdampak pada kebijakan perjalanan ibadah di Tanah Air.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI secara resmi telah menerbitkan imbauan agar biro perjalanan umrah menunda sementara keberangkatan jemaah ke Tanah Suci demi alasan keamanan.
Kebijakan ini diambil menyusul situasi geopolitik di Timur Tengah yang kian mendidih. Kemenlu memandang perlu adanya langkah mitigasi risiko bagi warga negara Indonesia (WNI), mengingat jalur penerbangan dan stabilitas di kawasan tersebut sedang berada dalam ancaman serius akibat konfrontasi bersenjata.
Imbauan Khusus untuk Kaltim
Imbauan penundaan ini juga menjadi perhatian serius bagi biro perjalanan ibadah umrah di Kaltim.
Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Benua Etam diminta untuk mempertimbangkan kembali jadwal keberangkatan jemaah dalam waktu dekat hingga kondisi keamanan di perairan Laut Arab dan sekitarnya dinyatakan lebih kondusif oleh otoritas terkait.
Baca Juga: Tensi Timur Tengah Memanas, Kemenlu RI Minta Keberangkatan Umrah Ditunda Sementara
Kesaksian dari Tanah Suci
Meski pemerintah pusat mengeluarkan peringatan dini, suasana di pusat ibadah umat Islam justru dilaporkan tetap stabil.
Redaksi Kaltim Post berhasil menghubungi tokoh pendidikan Kaltim, Rendi Susiswo Ismail, yang saat ini tengah menunaikan ibadah umrah di Makkah.
Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma Wirawan Kaltim (Uniba) tersebut memberikan kabar menyejukkan terkait kondisi terkini di pusat peradaban Islam tersebut.
Lewat pesan singkat, Rendi memastikan bahwa rentetan berita geopolitik global tidak mengurangi antusiasme umat Muslim dunia yang sedang beribadah.
"Alhamdulillah, tenang, lancar, dan aman. Sampai detik ini tidak ada masalah. Ibadah seluruh jamaah umrah Ramadan 1447 Hijriah, baik di Madinah maupun di Makkah, berjalan dengan aman, lancar, dan khusyuk," ujar Rendi melalui pesan WhatsApp kepada Kaltim Post, Senin (2/3).
Baca Juga: Rudal Balistik Iran Hantam Kapal Induk AS Abraham Lincoln di Laut Arab
Menurutnya, riuh rendah situasi politik internasional tidak berdampak pada jemaah yang datang dari berbagai belahan dunia.
"Situasi geopolitik global tidak berpengaruh di sini. Saat ini saya pun bersiap melakukan ziarah ke makam waliyullah, Mbah Maimun Moen di Ma'la," imbuhnya.
Tetap Waspada
Walaupun situasi di dalam kota suci Makkah dan Madinah terpantau kondusif, pemerintah tetap meminta masyarakat dan pelaku usaha perjalanan umrah di Kaltim untuk tidak mengabaikan instruksi Kemenlu.
Hal ini berkaitan dengan keamanan jalur perjalanan udara internasional yang bisa terdampak sewaktu-waktu apabila konflik militer semakin meluas ke negara-negara tetangga Iran.(*)
Editor : Almasrifah