KALTIMPOST.ID,NEW YORK–Ketegangan diplomatik mewarnai markas PBB saat Amerika Serikat (AS) memimpin sidang Dewan Keamanan (DK) yang fokus pada perlindungan anak-anak di zona perang.
Di tengah agenda tersebut, Teheran melontarkan kritik pedas, menuding Washington bersikap standar ganda setelah serangan udara yang menghantam fasilitas pendidikan di wilayah Iran.
Mengutip laporan Al Jazeera, Selasa (3/3/2026), Ibu Negara AS, Melania Trump, hadir memimpin langsung jalannya pertemuan tingkat tinggi tersebut. Di tengah eskalasi konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, Melania menyerukan urgensi penanganan nasib anak-anak yang terperangkap dalam pusaran kekerasan bersenjata.
Reaksi Keras Utusan Iran
Baca Juga: Taring Mematikan dari Bawah Tanah, Menakar Kedahsyatan Kota Rudal dan Drone Presisi Iran
Namun, langkah AS tersebut segera menuai reaksi sinis dari pihak Iran. Sesaat sebelum pertemuan dimulai, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyebut inisiatif AS sebagai tindakan yang memalukan dan penuh kepura-puraan.
Iravani menyoroti kontradiksi Washington yang berbicara tentang kemanusiaan sementara di saat yang sama meluncurkan operasi militer ke wilayah pemukiman padat penduduk di negaranya.
"Bagi Amerika Serikat, istilah 'melindungi anak-anak' tampaknya memiliki definisi yang sangat jauh berbeda dari prinsip-prinsip yang termaktub dalam Piagam PBB," tegas Iravani kepada awak media.
Tragedi Serangan Sekolah
Baca Juga: Amerika Konfirmasi 3 Tentaranya Tewas, Bantah Kapal Induk Abraham Lincolin Kena Rudal Balistik Iran
Kecaman Iran ini berakar dari laporan media pemerintah setempat mengenai serangan udara mematikan yang menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran bagian selatan pada Sabtu pekan lalu. Insiden tragis tersebut dilaporkan merenggut sedikitnya 165 nyawa dan melukai puluhan orang lainnya.
Menanggapi tudingan tersebut, otoritas militer Israel menyatakan tidak mendeteksi adanya operasi di area yang dimaksud. Sementara itu, militer Amerika Serikat menyatakan tengah melakukan investigasi mendalam terkait laporan jatuhnya korban sipil tersebut.(*)
Editor : Hernawati