Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Cuma 10 Menit untuk 1 Hektare, BI Kaltim Buktikan Drone Agriculture Pangkas Waktu Kerja Petani

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 3 Maret 2026 | 16:19 WIB

PRODUKSI: Setelah diuji coba, penggunaan drone sprayer agriculture lebih efisien dan secara signfikan meningkatkan produksi padi hingga 56,93 persen per hektare.
PRODUKSI: Setelah diuji coba, penggunaan drone sprayer agriculture lebih efisien dan secara signfikan meningkatkan produksi padi hingga 56,93 persen per hektare.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di Bukit Biru, Kutai Kartanegara, teknologi mulai mengubah wajah sawah. Bank Indonesia (BI) Kaltim menginisiasi penggunaan drone sprayer agriculture (DSA) untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas padi. Program tersebut dimulai 2024 melalui skema demonstration plot (demplot).

“Dari hasil demplot itu produksinya naik. Dari 3,97 ton menjadi 6,23 ton per hektare. Naiknya sekitar 56,93 persen,” ujar Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim Bayuadi Hardiyanto. Pengukuran dilakukan dengan metode ubinan. Kenaikan itu dinilai signifikan.

Drone berkapasitas 25 liter tersebut dilengkapi sistem semi kecerdasan buatan (AI). Mampu memetakan luas lahan dan menghitung kebutuhan pupuk secara presisi. “Dia bisa mengukur luas lahan, menghitung kebutuhan pupuknya. Jadi kita bisa memitigasi over fertilizer," jelasnya.

Baca Juga: Ancaman Inflasi Mengintai di Tengah Defisit Beras Kaltim  

Efisiensi waktu juga melonjak drastis. Jika sebelumnya penyemprotan satu hektare membutuhkan sekitar 10 jam, kini cukup 10 menit. Teknologi tersebut dinilai lebih merata dalam penyemprotan. Bahkan saat baling-baling drone membuka batang padi, bagian bawah yang rawan hama ikut terjangkau. "Jadi hama-hama itu kena anginnya, mereka terhempas," sebut Bayuadi.

Meski demikian, pihaknya menyadari drone memiliki skala ekonomis tertentu. “Kalau cuma satu dua hektare luas lahannya enggak ekonomis. Minimal 100 hektare baru efisien. Jadi memang harus luas,” ujarnya.

Saat ini terdapat tujuh unit drone yang tersebar di berbagai kabupaten/kota wilayah kerja BI Kaltim, kecuali Mahakam Ulu dan Bontang. Program tersebut tetap berstatus percontohan. “Kita hanya pilot project. Menunjukkan bahwa dengan strategi ini bisa meningkatkan (produksi beras),” tegasnya.

Hasil awal yang memberi optimisme baru bahwa teknologi dapat menjadi pintu masuk regenerasi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. "Dengan digital farming lewat drone ini juga menarik anak-anak muda untuk terjun ke pertanian. Karena itu juga salah satu kendala ya, regenerasi petani," tutupnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#demonstration plot #produksi beras kaltim #kutai kartanegara #Bank Indonesia Kaltim #Drone Sprayer