Bencana itu merenggut tiga korban jiwa, sementara dua warga lainnya hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Memasuki hari kedua operasi, Rabu (4/3), dua jasad kembali ditemukan di sela-sela bebatuan sekitar tiga kilometer dari titik awal kejadian. Sebelumnya, satu korban lebih dulu ditemukan meninggal pada hari pertama pencarian. Total korban hilang yang dilaporkan sebanyak empat orang.
Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto, menjelaskan pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU).
Penyisiran dilakukan menyusuri aliran sungai hingga radius empat kilometer, melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta relawan potensi SAR.
“Dua korban yang ditemukan hari ini masing-masing warga Krinjing dan Ngargosoko, Srumbung. Sementara dua lainnya masih kami telusuri,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, satu tim menyisir area bersama unit K9 Polresta Magelang. Tim lainnya bergerak dari titik awal kendaraan terseret hingga Dam 1, dan dilanjutkan ke Dam 2 sampai wilayah Bendo.
Selain korban jiwa, kerusakan material juga cukup signifikan. Tiga truk dilaporkan hanyut terbawa arus, sedangkan 12 unit lainnya terjebak di kawasan aliran lahar. Dua alat berat jenis Kobelco pun masih tertimbun pasir dan batu, belum bisa dievakuasi.
Enam orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut. Dua korban masih menjalani perawatan medis di RS Muntilan.
Editor : Uways Alqadrie