Pasukan elit Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu (4/3) mengumumkan telah menembakkan sekitar 40 rudal ke sasaran yang mereka sebut sebagai target militer Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan tersebut disiarkan melalui televisi pemerintah Iran, tanpa merinci lokasi maupun dampak serangan.
Operasi yang diklaim sebagai gelombang ke-17 bertajuk “Honest Promise 4” itu disebut menjadi bagian dari respons Teheran atas rangkaian serangan udara yang lebih dulu dilancarkan Washington dan Tel Aviv sejak Sabtu (28/2) lalu.
Di pihak lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan bahwa perang yang melibatkan negaranya dan Amerika Serikat melawan Iran kemungkinan berlangsung “beberapa waktu”, namun diyakini tidak sampai bertahun-tahun.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama sejumlah pejabat tinggi Gedung Putih telah memberi peringatan bahwa eskalasi konflik berpotensi menimbulkan tambahan korban dari militer AS, seiring aksi balasan yang terus dilakukan Teheran.
Data terbaru dari Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebutkan, sejak serangan balasan dimulai, Iran telah melepaskan lebih dari 500 rudal balistik serta lebih dari 2.000 unit drone ke berbagai titik di kawasan Timur Tengah.
Editor : Uways Alqadrie