Pemerintah memastikan tarif Pertalite tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter, setidaknya hingga momen Idulfitri mendatang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah sudah menghitung berbagai skenario kenaikan harga minyak global.
Selisih antara harga pasar dan asumsi dalam APBN akan ditopang melalui anggaran negara agar masyarakat tidak terdampak langsung.
“Untuk BBM subsidi, kami pastikan tidak ada kenaikan sampai Lebaran. Stok juga dalam kondisi aman,” ujarnya usai rapat di Istana Negara, Rabu (4/3).
Dalam APBN 2026, harga minyak mentah Indonesia dipatok di kisaran USD70 per barel. Sementara di pasar internasional, harga sudah bergerak di level USD80 hingga USD81 per barel. Lonjakan ini dipicu memanasnya situasi geopolitik, termasuk efek terganggunya jalur distribusi energi dunia di Selat Hormuz.
Meski begitu, pemerintah tidak akan mengintervensi harga BBM non-subsidi. Produk nonsubsidi tetap disesuaikan mengikuti mekanisme pasar dan fluktuasi harga minyak global.
Kementerian ESDM bersama Dewan Energi Nasional disebut telah menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga ketahanan energi nasional menjelang periode mudik dan Hari Raya.
Pemerintah juga memonitor cadangan serta distribusi BBM agar tetap lancar di seluruh wilayah.
Editor : Uways Alqadrie