KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Kunjungan perwakilan Kedutaan Besar Austria ke Kalimantan Timur membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor strategis. Pemprov Kaltim pun mulai menawarkan sejumlah proyek potensial yang bisa dijajaki bersama pemerintah dan pelaku usaha Austria.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda delegasi Austria setelah meninjau pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam kunjungan itu, hadir Wakil Duta Besar Austria Michael Wislocki bersama jajarannya. Menurut Seno, ketertarikan Austria terhadap Benua Etam cukup besar, terutama pada sektor kesehatan, pendidikan, serta hilirisasi industri.
Baca Juga: Jalan Provinsi Kaltim 85 Persen Mantap, Jalur Strategis Sotek–Bongan Jadi Prioritas Konektivitas IKN
“Kedubes Austria hadir di sini setelah kunjungan ke IKN. Mereka melihat peluang dan sangat tertarik dengan Kaltim, terutama di bidang kesehatan, edukasi, dan hilirisasi industri,” kata Seno, Kamis (5/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, Pemprov Kaltim juga memaparkan sejumlah proyek yang berpotensi dikerjasamakan melalui skema kredit ekspor atau credit to offer.
Proyek-proyek tersebut diharapkan dapat dipelajari lebih lanjut oleh pemerintah dan pelaku usaha Austria. Namun Seno menegaskan, pembahasan kerja sama masih berada pada tahap penjajakan.
Baca Juga: Imbas Pemangkasan TKD, Pelaksanaan Porprov Kaltim 2026 di Paser Berpotensi Mundur ke 2027
Sedangkan implementasinya menunggu adanya payung hukum berupa kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Austria di tingkat pusat.
“Setelah ada agreement antara pemerintah Austria dan Indonesia, Pak Michael akan kembali ke Kaltim untuk menindaklanjuti diskusi ini, termasuk kemungkinan penandatanganan MoU,” ujarnya.
Meski belum ada kesepakatan spesifik, Seno menilai delegasi Austria menunjukkan minat pada sejumlah bidang pengembangan daerah, seperti konsep kota pintar (smart city), transportasi, serta hilirisasi sumber daya alam.
Pemprov Kaltim juga memaparkan berbagai potensi hilirisasi di Kaltim, mulai dari industri turunan kelapa sawit, pengembangan perkebunan kakao dan cokelat, hingga komoditas karet.
Baca Juga: Posko Pengaduan THR 2026 Kaltim Resmi Dibuka, Disnakertrans Ingatkan Perusahaan Bayar H-7 Lebaran!
“Semua itu sedang mereka pelajari dan akan didiskusikan kembali di pemerintah Austria. Nanti mereka akan kembali dengan berbagai masukan atau feedback agar kerja sama ini bisa ditindaklanjuti,” kata Seno.
Sementara itu, Wakil Duta Besar Austria untuk Indonesia, Michael Wislocki mengatakan, kunjungan delegasi Austria ini dilakukan untuk melihat langsung perkembangan kawasan tersebut, terutama setelah pembangunan IKN.
“Kami datang ke Kaltim untuk mengunjungi IKN, kemudian Balikpapan, dan mengakhiri kunjungan di Samarinda sebagai ibu kota provinsi. Kami sangat terkesan dengan perkembangan wilayah ini,” ujarnya. Wislocki berpandangan menaruh perhatian besar pada pembangunan IKN yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan ini.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Nasib 3.189 Calon Jamaah Haji Kaltim Bergantung pada Jaminan Keamanan
Dia menilai Kaltim memiliki posisi strategis dalam perkembangan ekonomi Indonesia, sehingga menjadi kawasan penting untuk dijajaki dalam kerja sama internasional.
Sebenarnya, kata dia, sejumlah perusahaan Austria telah lama beroperasi di Indonesia dan memiliki rekam jejak yang cukup baik, terutama di sektor energi terbarukan, kesehatan, dan pendidikan.
“Kunjungan ini menjadi awal dari diskusi mengenai kemungkinan peningkatan kerja sama di kawasan ini, serta apa yang bisa kami tawarkan untuk membantu Indonesia, khususnya daerah Kaltim, dalam bertransformasi menuju sektor-sektor baru,” kuncinya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki