BALIKPAPAN - Siapa sangka, perputaran uang di Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan mencapai angka fantastis Rp 3,4 triliun per tahun. Meski jadi tulang punggung ekonomi, pasar legendaris ini ternyata belum tersentuh revitalisasi sejak tahun 80-an.
Kini, Pemkot Balikpapan siap melakukan perombakan besar-besaran dengan konsep semi mall. Sehingga Pasar Inpres semakin kuat menjadi salah satu penopang denyut nadi ekonomi di Balikpapan. Khususnya dari sektor kerajinan tangan, kriya, dan UMKM.
Dengan total luas lahan 1,7 hektare yang menjadi tempat 599 pedagang mencari nafkah. Baik yang berada di Pasar Inpres untuk kerajinan cinderamata. Serta Pasar Penampungan A menjual produk pendukung industri.
Pemkot Balikpapan telah menyusun detail engineering design (DED). Rencananya Pasar Inpres terdiri dari dua lantai. “Lantai pertama untuk kerajinan dan penjual emas,” uca Kepala Dinas Perdagangan Haemusri Umar.
Sementara lantai kedua khusus untuk pendukung kegiatan industri seperti perlengkapan safety. Area lantai atas ini dilengkapi dengan fasilitas food court atau kuliner.
“Kemudian ada satu bangunan lagi untuk gedung parkir yang memiliki tiga lantai,” tuturnya. Gedung parkir ini akan terintegrasi langsung dengan Pasar Inpres. Tentu dilengkapi dengan arena bermain, ruang terbuka hijau, dan semua kegiatan yang ramah lingkungan. Total kebutuhan dana sekitar Rp 180 miliar.
Baca Juga: Wajah Baru Pasar Inpres Kebun Sayur: Bakal Punya Arena Bermain dan Pusat Kuliner di Tahun 2027
“Kita ingin memberikan kenyamanan untuk pengunjung dan pedagang,” sebutnya. Kebersihan sarana dan prasarana lebih terjamin. Apalagi konsep bangunan seperti semi mall dan tidak meninggalkan sisi tradisional.
“Pasar Inpres sifatnya salah satu ikon Balikpapan untuk membantu sektor UMKM,” tuturnya. Dia berharap pemerintah pusat inisiatif memberi dukungan bantuan terhadap revitalisasi pasar di Balikpapan Barat tersebut. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki