Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Iran Siap Hadapi Invasi Darat AS, Abbas Araghchi: Itu Akan Jadi Bencana bagi Amerika

Uways Alqadrie • Jumat, 6 Maret 2026 | 23:07 WIB

Abbas Araghchi
Abbas Araghchi
KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat setelah Iran menyatakan siap menghadapi kemungkinan invasi darat dari Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di tengah konflik yang semakin memanas dengan United States dan Israel.

Araghchi menegaskan Iran tidak gentar jika Washington benar-benar mengerahkan pasukan darat. Ia mengatakan negaranya telah mempersiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan tersebut.

“Kami menunggu mereka. Kami yakin mampu menghadapi mereka, dan itu justru akan menjadi bencana bagi mereka,” kata Araghchi dalam wawancara dengan media internasional.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump tidak menutup kemungkinan pengiriman pasukan darat dalam operasi militer terhadap Iran.

Situasi memanas setelah serangan militer gabungan AS dan Israel yang terjadi pada akhir Februari lalu. Serangan udara tersebut dilaporkan menimbulkan korban besar di Iran, termasuk warga sipil.

Dalam laporan yang beredar, lebih dari seribu orang dilaporkan tewas akibat bombardir yang juga menghantam sejumlah fasilitas sipil, termasuk sekolah.

Serangan itu juga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat penting negara tersebut.

Rentetan serangan tersebut kemudian memicu gelombang balasan dari Iran ke berbagai target di kawasan Timur Tengah. Beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk dilaporkan menjadi sasaran, selain fasilitas sipil yang turut terdampak.

Di sisi lain, pemerintahan Trump memberi sinyal operasi militer terhadap Iran kemungkinan berlangsung lebih lama dari rencana awal. Bahkan, operasi tersebut diperkirakan bisa berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.

Meski demikian, kebijakan tersebut disebut memicu perdebatan di dalam negeri AS, karena tidak semua kalangan mendukung perluasan konflik di kawasan Timur Tengah.

Editor : Uways Alqadrie
#Perang Iran Amerika #ali khamenei tewas #Abbas Araghchi #amerika serikat #Israel #donald trump