KALTIMPOST.ID – Eskalasi konflik di Timur Tengah mulai terasa hingga Tanah Suci. Bukan pada aktivitas ibadah, melainkan pada peningkatan pengamanan di sejumlah titik menuju Makkah dan Madinah.
Tour Leader Sultanah Tour & Travel Endro Effendi mengatakan, jamaah umrah tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Namun, situasi keamanan di sekitar wilayah suci memang terlihat lebih ketat dibandingkan biasanya.
“Kalau dari Madinah ke Makkah biasanya hanya dua titik pemeriksaan atau check point. Sekarang bisa sampai lima titik pemeriksaan di sepanjang ruas jalan,” ujarnya.
Menurut Endro, peningkatan pengamanan terlihat jelas selama perjalanan darat dari Madinah menuju Makkah. Aparat keamanan ditempatkan di berbagai titik strategis untuk memastikan kondisi tetap aman.
Selain di jalan raya, penjagaan juga terasa di kawasan sekitar Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Polisi tampak berjaga di sejumlah ruas jalan yang biasanya tidak terlalu padat oleh aparat. “Selama ini biasanya askar hanya di sekitar masjid. Sekarang di sepanjang jalan juga ada polisi, jadi terasa lebih ketat,” jelasnya.
Hal lain yang juga menarik perhatian adalah aktivitas helikopter yang beberapa kali terlihat berpatroli di udara sekitar Masjidil Haram. Pemandangan tersebut jarang ditemui dalam situasi normal.
“Beberapa kali saya lihat helikopter hilir mudik di atas Masjidil Haram. Beberapa kali saya mendampingi jamaah umrah, biasanya jarang terlihat seperti itu,” katanya.
Meski begitu, Endro memastikan kondisi keamanan bagi jamaah umrah tetap aman dan tidak mengganggu aktivitas ibadah. Justru, pertanyaan datang dari keluarga jamaah di Indonesia terkait kondisi di Tanah Suci. Namun secara umum situasi di Makkah dan Madinah masih kondusif.
Endro juga menegaskan bahwa isu konflik di kawasan lain tidak berdampak langsung pada aktivitas ibadah di Makkah. Salah satu contoh yang sempat ramai dibicarakan adalah peristiwa pengeboman di Riyadh.
Dia menjelaskan bahwa jarak Riyadh dengan Makkah cukup jauh sehingga tidak berpengaruh terhadap kondisi di Tanah Suci. “Riyadh itu sekitar 900 kilometer dari Makkah. Perjalanan daratnya hampir 10 jam, jadi sangat jauh,” ujarnya.
Menurutnya, situasi di Makkah dan Madinah tetap berjalan normal seperti biasa. Jamaah tetap melaksanakan ibadah tanpa gangguan berarti. “Tidak ada ketegangan di sini. Jamaah tetap tenang dan ibadah seperti biasa,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo