KALTIMPOST.ID-Bubur Nusantara menjadi menu takjil khas yang disajikan setiap hari selama Ramadan di Masjid Negara IKN. Sekitar 700 porsi bubur disiapkan bagi masyarakat yang datang untuk berbuka puasa bersama.
Di dapur masjid, para juru masak tampak sibuk mengaduk bubur di kuali besar. Menu ini dimasak selama sekitar satu setengah jam hingga menghasilkan bubur berwarna cokelat muda dengan aroma rempah yang khas.
Resep Bubur Nusantara berasal dari Samarinda Seberang. Hidangan itu biasanya hanya disajikan saat Ramadan dan dikenal memiliki cita rasa gurih dengan perpaduan bumbu kari.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin mengatakan penyajian Bubur Nusantara menjadi bagian dari upaya mengangkat kearifan lokal daerah.
“Kita mencoba mengangkat kearifan lokal sekitar IKN dan Kalimantan Timur agar semakin dikenal luas. Masyarakat umum juga kami persilakan datang ke Masjid Negara,” ujarnya, Sabtu (28/2).
Menurutnya, Masjid Negara IKN diharapkan menjadi ruang pertemuan masyarakat yang mencerminkan harmonisasi dan keberagaman.
Salah satu juru masak Muhammad Tasrik mengatakan, aroma kari menjadi ciri khas utama Bubur Nusantara. “Bumbu utamanya adalah bumbu kari yang membuat wanginya semakin tercium,” katanya.
Menjelang azan Magrib, masyarakat mulai berdatangan ke pelataran masjid. Pegawai, pekerja konstruksi, hingga keluarga bersama anak-anak duduk berdampingan menunggu waktu berbuka.
Muslih, pekerja housekeeping di Rusun ASN, mengaku sering berbuka puasa di Masjid Negara IKN bersama rekan-rekannya.
“Seru sekali berbuka di sini. Ramai masyarakat datang mencicipi takjil dengan menu beragam. Bubur Nusantara rasanya enak, gurih dan bikin ‘nagih,” ujarnya.
Selain rasanya yang khas, akses menuju masjid yang mudah membuat banyak warga memilih berbuka puasa di tempat tersebut.
Bagi masyarakat yang hadir, Bubur Nusantara bukan sekadar hidangan berbuka. Semangkuk bubur hangat itu juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat di IKN. (adv/oikn/rdh/rd)
Editor : Romdani.