KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Efesiensi anggaran imbas pemangkasan dana transfer pusat membuat dapur perencanaan keuangan daerah mengecil. Tak hanya mengatur batasan jenis belanja, beberapa pos anggaran bahkan berpeluang dipangkas besar-besaran atau dihilangkan sama sekali.
Di Kaltim misalnya, tekanan fiskal itu bisa berdampak pada pos anggaran bantuan keuangan (bankeu) ke kabupaten/kota. Sinyalemen adanya peluang bankeu menyusut atau bahkan dihilangkannya mengemuka dalam rapat pembahasan kamus usulan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kaltim akhir pekan lalu.
Ketua Panitia Khusus Pokir DPRD Kaltim, H. Baba, mengatakan efisiensi anggaran masih berpeluang berlanjut hingga tahun depan. Situasi itu membuat daerah mesti selektif menentukan arah belanjanya.
Baca Juga: Aspirasi Meningkat! Kamus Usulan Pokir DPRD Kaltim 2027 Bertambah Jadi 167 Judul Kegiatan
"Ada kemungkinan efesiensi masih terjadi hingga tahun depan," ucap Ketua Panitia Khusus Pokir DPRD Kaltim, H.Baba.
Dalam forum tersebut, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) disebut mulai memfokuskan pembiayaan daerah pada program-program prioritas yang menjadi kewenangan provinsi. Konsekuensinya, ruang fiskal untuk membantu pembangunan di tingkat kabupaten dan kota bisa ikut tergerus.
Meski begitu, pembahasan saat ini masih berada pada tahap awal. DPRD dan Pemprov baru menelusuri daftar nomenklatur program yang masih memungkinkan dimasukkan dalam batang tubuh APBD.
Soal besaran anggaran, semuanya masih belum final. “Masih sebatas membahas program apa saja yang bisa diajukan. Belum masuk ke angka pembiayaan,” kata Baba singkat. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki