Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Waspada Campak Jelang Mudik Lebaran, Dinkes Kaltim Soroti Rendahnya Capaian Imunisasi

Eko Pralistio • Selasa, 10 Maret 2026 | 14:23 WIB

Dinkes mengimbau orang tua untuk segera melengkapi imunisasi dasar balita guna mencegah komplikasi serius seperti infeksi saluran pernapasan. (Ilustrasi foto Kemenkes RI)
Dinkes mengimbau orang tua untuk segera melengkapi imunisasi dasar balita guna mencegah komplikasi serius seperti infeksi saluran pernapasan. (Ilustrasi foto Kemenkes RI)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kasus campak di Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai ratusan sepanjang tahun ini. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mencatat sedikitnya 126 kasus campak tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fitnawati, mengatakan dari total tersebut, sebanyak 120 kasus ditemukan di 10 kabupaten/kota dan seluruhnya telah terkonfirmasi positif.

"Total ada 126 kasus campak, yang tersebar di 10 kabupaten/kota dan semuanya sudah positif campak," kata Fitnawati, Selasa (10/3/2026).

Meski jumlah kasus meningkat, dia memastikan sebagian besar pasien telah sembuh setelah mendapatkan penanganan layanan kesehatan.

Baca Juga: Dinkes Pastikan Samarinda Belum KLB Campak, Spesimen Suspek Masih Diuji Lab

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fitnawati. (EKO/KALTIM POST)
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fitnawati. (EKO/KALTIM POST)

"Alhamdulillah dengan pengobatan dan pelayanan kesehatan, mayoritas sudah sembuh," ujarnya. Fitnawati menjelaskan, campak mayoritas menyerang bayi dan balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Gejala awal biasanya ditandai demam tinggi, kemudian muncul bercak merah di tubuh.

Menurutnya, tren kasus campak tahun ini memang mengalami kenaikan, namun masih tergolong tidak signifikan dan sejalan dengan peningkatan kasus secara nasional.

"Memang ada kenaikan sedikit, tapi tidak signifikan. Secara nasional juga terjadi peningkatan," jelasnya. Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kaltim telah melakukan berbagai upaya pencegahan, mulai dari promosi kesehatan berjenjang hingga sosialisasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Temukan 62 Suspek Campak, Dinkes Samarinda Minta Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkatkan Kewaspadaan

Edukasi dilakukan melalui puskesmas, rumah sakit, kader kesehatan, hingga penyebaran brosur dan media promosi terkait pencegahan campak.

"Kami juga akan melakukan sosialisasi melalui Zoom bersama kader dan masyarakat agar penemuan kasus bisa lebih cepat," katanya.

Deteksi dini dinilai penting agar pasien segera mendapat penanganan sehingga penyebaran penyakit dapat ditekan.

Meski kasus tersebar di sejumlah daerah, Dinkes memastikan hingga kini belum ada wilayah yang menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Untuk saat ini belum ada KLB. Kami fokus pada pencegahan dan promosi kesehatan," tegasnya. Campak sendiri kerap muncul saat daya tahan tubuh menurun, terutama pada bayi dan balita yang tidak mendapatkan vaksinasi.

Baca Juga: APBD Kaltim 2026 Mengetat, DPRD Beri Sinyal Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota Bakal Dipangkas

Dinkes Kaltim juga menyoroti rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap. Target imunisasi campak sebesar 95 persen, namun capaian saat ini baru mendekati 70 persen.

Menurut Fitnawati, rendahnya partisipasi masyarakat datang ke posyandu menjadi salah satu penyebab. "Tenaga kesehatan sudah siap, vaksin tersedia, tapi kehadiran masyarakat ke posyandu masih belum maksimal," ujarnya.

Padahal, selain memantau tumbuh kembang anak, posyandu juga memberikan imunisasi dan edukasi kesehatan secara gratis.

Fitnawati mengingatkan campak dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani, seperti infeksi saluran pernapasan hingga penyakit lain.

Karena itu, masyarakat diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi disertai munculnya bercak merah. "Kalau ada gejala, segera periksa ke fasilitas kesehatan agar cepat ditangani," katanya.

Menjelang mudik Lebaran, masyarakat juga diimbau menjaga daya tahan tubuh, mengonsumsi gizi seimbang, serta memastikan anak mendapatkan imunisasi dan vitamin. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#lebaran #kasus campak #kaltim #imunisasi campak