Jabatan tersebut kini dipercayakan kepada Letjen TNI Bambang Trisnohadi. Sebelumnya, Bambang menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III. Posisi Pangkogabwilhan III selanjutnya diisi Mayjen TNI Lucky Avianto yang sebelumnya menjabat Pangdam XXIV/Mandala Trikora.
Diketahui, jabatan Kaster TNI sempat dihapus pada 2001 pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Saat itu, restrukturisasi dilakukan sebagai bagian dari reformasi di tubuh TNI.
Sejumlah perwira tinggi pernah mengemban jabatan tersebut sebelum dihapus, di antaranya Letjen TNI Agus Widjojo dan Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam mutasi terbaru ini, posisi Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI dipercayakan kepada Mayjen TNI Suhardi yang sebelumnya menjabat Asisten Teritorial Panglima TNI.
Rotasi jabatan juga terjadi di sejumlah posisi lainnya. Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia yang sebelumnya menjabat Perwira Sahli Tingkat III KSAD Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat kini dipercaya sebagai Pangdam XXIV/Mandala Trikora.
Sementara itu Brigjen TNI Mirza Patria Jaya yang sebelumnya menjabat Direktur C Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI dimutasi menjadi Perwira Sahli Tingkat III KSAD Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat.
Jabatan Direktur C Bais TNI kemudian diisi Kolonel Infanteri Wahyo Yuniartoto yang sebelumnya menjabat Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana. Selain itu, Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda yang sebelumnya menjabat Danrem 173/Praja Vira Braja kini dipercaya sebagai Kapok Sahli Pangdam IX/Udayana.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah membenarkan adanya mutasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier prajurit sekaligus untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi.
“Mutasi jabatan di lingkungan TNI merupakan hal yang biasa dilakukan sebagai bagian dari pembinaan karier prajurit serta untuk menjaga organisasi tetap adaptif terhadap dinamika tugas,” ujarnya.
Menurutnya, setiap keputusan mutasi diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi guna mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI secara optimal.
Editor : Uways Alqadrie