JAKARTA – Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK). Serangan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh.
Berdasarkan keterangan resmi KontraS, peristiwa itu terjadi pada Kamis malam (12/3) sekitar pukul 23.37 WIB di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat. Saat itu Andrie tengah mengendarai sepeda motor seorang diri.
Serangan terjadi tidak lama setelah ia menyelesaikan perekaman siniar (podcast) bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.
Dalam perjalanan pulang, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor mendekati korban dari arah berlawanan. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban hingga mengenai wajah, dada, tangan kanan dan kiri, serta bagian mata.
Baca Juga: Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Diduga Upaya Pembungkaman Suara Kritis
Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motornya. Andrie kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen,” tulis KontraS dalam pernyataan resminya, Jumat (13/3). KontraS juga menyebutkan tidak ada barang milik korban yang hilang setelah kejadian tersebut, sehingga dugaan perampasan tidak ditemukan dalam insiden tersebut.
Dari informasi awal yang dihimpun, kedua pelaku menggunakan satu sepeda motor jenis matic yang diduga Honda Beat keluaran 2016–2021. Pengendara disebut mengenakan kaos kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, serta helm hitam.
Sementara penumpang yang diduga sebagai pelaku penyiraman mengenakan penutup wajah menyerupai buff berwarna hitam, kaos biru tua, serta celana panjang biru yang digulung hingga pendek.
Baca Juga: KIKA Ajukan Amicus Curiae, Sebut Kasus Tokoh Adat Muara Kate Misran Toni Kental Aroma Kriminalisasi
KontraS menilai serangan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas korban sebagai pembela hak asasi manusia. Lembaga itu menyebut tindakan tersebut sebagai upaya membungkam suara kritis masyarakat sipil.
“Peristiwa ini menunjukkan adanya kerentanan terhadap pembela HAM yang menjalankan kerja-kerja advokasi,” tulis KontraS. Sebelum kejadian, Andrie diketahui aktif mengikuti berbagai kegiatan advokasi. Pada hari yang sama, ia sempat menghadiri pertemuan di Kantor Celios untuk membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta terkait Aksi Agustus 2025.
KontraS mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut serta mengungkap pelaku dan motif di balik serangan. Menurut KontraS, penyiraman air keras berpotensi menimbulkan luka fatal hingga mengancam nyawa korban sehingga pelaku harus diproses secara hukum dengan hukuman maksimal. (riz)
Editor : Muhammad Rizki