KALTIMPOST.ID-Jelang Lebaran, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan juga mulai menyiapkan layanan angkutan hari raya.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan R Iwan Winaya Mahdar mengatakan posko monitoring angkutan Lebaran telah diaktifkan untuk memastikan layanan bandara berjalan optimal selama periode mudik.
Pihak bandara terlebih dahulu melakukan asesmen terhadap berbagai fasilitas, mulai sisi udara, terminal penumpang, hingga kesiapan sumber daya manusia dan prosedur pelayanan.
“Semua fasilitas kami pastikan siap sebelum masa angkutan Lebaran dimulai, baik di sisi udara, terminal, maupun kesiapan SDM dan prosedur pelayanan,” ujarnya.
Untuk mendukung kebutuhan penumpang, maskapai juga telah menambah penerbangan tambahan.
Hingga pertengahan Maret tercatat 59 extra flight dari tiga maskapai, yakni Garuda Indonesia, Citilink, dan AirAsia.
Penerbangan tambahan tersebut melayani rute menuju Jakarta, Surabaya, dan Berau. Menurut Iwan, seluruh tiket extra flight tersebut sudah terjual habis karena tingginya permintaan masyarakat.
Bandara Sepinggan memprediksi jumlah penumpang selama periode Lebaran tahun ini mencapai sekitar 313 ribu orang, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Saat ini arus penumpang didominasi masyarakat yang berangkat keluar daerah dari Balikpapan.
Lima destinasi utama penerbangan dari Bandara Sepinggan yakni Jakarta, Makassar, Surabaya, Jogjakarta, dan Tarakan.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran atau 18 Maret dengan jumlah penumpang sekitar 20 ribu orang.
Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+6 atau 28 Maret dengan jumlah penumpang mencapai hampir 23 ribu orang.
Bandara Sepinggan beroperasi selama 24 jam untuk menyesuaikan kebutuhan maskapai dalam melayani penerbangan tambahan selama masa angkutan Lebaran.
Selain kesiapan fasilitas, pengamanan bandara juga diperkuat melalui kerja sama dengan personel TNI dan Polri yang tergabung dalam posko terpadu.
Pihak bandara juga mengantisipasi potensi gangguan operasional akibat cuaca yang dapat menyebabkan keterlambatan penerbangan, pengalihan rute, hingga pembatalan penerbangan demi alasan keselamatan.
Iwan mengimbau calon penumpang memastikan telah memiliki tiket perjalanan serta membawa identitas diri sebelum berangkat ke bandara.
Penumpang juga disarankan tiba di bandara setidaknya dua hingga tiga jam sebelum jadwal keberangkatan guna menghindari kepadatan selama periode angkutan Lebaran. (rd)
Editor : Romdani.