Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Iran Ogah Main di AS, Minta FIFA Geser Laga Piala Dunia ke Meksiko

Thomas Dwi Priyandoko • Selasa, 17 Maret 2026 | 16:11 WIB

Pemain timnas Iran berselebrasi usai memenangi laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pemain timnas Iran berselebrasi usai memenangi laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

KALTIMPOST.ID– Federasi Sepak Bola Iran dikabarkan tengah melakukan negosiasi dengan FIFA untuk memindahkan pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Meksiko.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran serius terkait keamanan tim nasional Iran.

Kedutaan Besar Iran di Meksiko pada 16 Maret 2026 mengonfirmasi bahwa pembicaraan sedang berlangsung. Mereka menyoroti situasi keamanan yang dinilai tidak kondusif jika tim harus bertanding di wilayah Amerika Serikat.

Baca Juga: Neymar Dicoret dari Skuad Brasil Jelang Uji Coba Piala Dunia 2026

Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menegaskan bahwa timnya tidak akan berangkat ke Amerika Serikat jika keselamatan pemain tidak bisa dijamin.

“Ketika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyatakan tidak dapat menjamin keamanan tim Iran, maka kami tidak akan pergi ke sana,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Iran kini mendorong agar seluruh pertandingan mereka digelar di Meksiko.

Sesuai jadwal awal, Iran akan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, sebelum melawan Mesir di Seattle. Sementara itu, markas tim direncanakan berada di Tucson, Arizona.

Namun, situasi geopolitik membuat partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 menjadi tidak pasti sejak konflik bersenjata pecah pada akhir Februari.

Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, juga mengkritik pemerintah AS karena dinilai kurang kooperatif dalam hal visa dan dukungan logistik bagi delegasi Iran.

Baca Juga: Chelsea vs PSG: Liam Rosenior Siapkan Skema 5 Bek untuk Kejar Defisit 3 Gol

Pernyataan Donald Trump sebelumnya memicu polemik. Ia menyebut tim Iran “dipersilakan” datang, tetapi menyarankan agar mereka tidak bepergian demi keselamatan sendiri.

Komentar ini bertolak belakang dengan jaminan yang sempat diberikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menyebut Trump menjamin Iran tetap diterima.

Iran pun merespons tegas bahwa tidak ada pihak yang bisa menghalangi mereka tampil di Piala Dunia.

Meski situasi memanas, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi terkait kemungkinan mundurnya Iran dari turnamen.

Sekjen AFC, Windsor John, mengatakan bahwa hingga saat ini Iran masih berkomitmen untuk tampil di Piala Dunia 2026.

Di sisi lain, timnas Selandia Baru tetap menjalani persiapan seperti biasa menjelang laga pembuka melawan Iran pada 15 Juni di Los Angeles.

Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, menegaskan timnya akan menyesuaikan diri jika terjadi perubahan.


Peluang Dipindah Dinilai Kecil

Meski Iran mengusulkan pemindahan venue, sejumlah pihak meragukan hal itu akan terjadi. CEO Sepak Bola Selandia Baru, Andrew Pragnell, menilai kecil kemungkinan FIFA mengubah lokasi pertandingan.

“Saya rasa FIFA tidak akan mengubah lokasi pertandingan. Itu bukan hal yang biasa dilakukan,” ujarnya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#piala dunia 2026 #fifa #timnas iran