KALTIMPOST.ID,WASHINGTON-Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa Israel telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap South Pars, ladang gas terbesar milik Iran.
Aksi ini memicu kekacauan pasar energi dunia dan menyeret negara-negara tetangga ke dalam pusaran konflik.
Dikutip dari laporan Reuters, Kamis (19/3), serangan yang terjadi pada Rabu waktu setempat tersebut langsung memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.
Iran merespons cepat dengan meluncurkan rudal balistik ke arah Qatar dan Arab Saudi, yang mereka tuding ikut bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Dampak Kerusakan Fatal
Laporan dari perusahaan energi negara Qatar, QatarEnergy, menyebutkan adanya "kerusakan luas" di Kawasan Industri Ras Laffan. Wilayah ini merupakan jantung pemrosesan gas dunia yang mengelola sekitar seperlima pasokan global. Kebakaran hebat dilaporkan masih terjadi di beberapa fasilitas LNG (gas alam cair) milik Qatar hingga Kamis pagi.
Baca Juga: Iran Ogah Main di AS, Minta FIFA Geser Laga Piala Dunia ke Meksiko
Sementara itu, pihak Arab Saudi menyatakan berhasil mencegat empat rudal balistik yang menyasar ibu kota Riyadh.
Namun, ancaman tetap tinggi setelah Teheran memperingatkan akan menghantam seluruh fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk jika eskalasi terus berlanjut.
Pernyataan Trump di Media Sosial
Melalui unggahannya di platform X, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa serangan Israel merupakan bentuk kemarahan atas situasi di Timur Tengah. Namun, Trump mengklaim AS tidak mengetahui rencana serangan tersebut sebelumnya dan membela posisi Qatar.
"Israel telah menyerang keras fasilitas South Pars di Iran. Sayangnya, Iran justru menyerang fasilitas LNG Qatar secara tidak adil," tulis Trump.
Baca Juga: Polres PPU Amankan Salat Idulfitri, Tol Fungsional Pulau Balang-Balikpapan-IKN Dibuka Sabtu
Ia juga memberikan peringatan keras (ultimatum) kepada Teheran. "Tidak akan ada lagi serangan susulan dari Israel ke South Pars, kecuali Iran melakukan tindakan bodoh dengan kembali menyerang Qatar. Jika itu terjadi, Amerika Serikat akan menghancurkan seluruh ladang gas tersebut dengan kekuatan yang belum pernah dilihat sebelumnya," tegas Trump.
Dampak Global dan Jalur Pasokan
South Pars sendiri merupakan cadangan gas alam terbesar di dunia yang dikelola bersama oleh Iran dan Qatar. Lokasinya yang sangat strategis membuat konflik ini mengancam Selat Hormuz, jalur vital yang mengangkut 20 persen perdagangan minyak dunia.
Menyikapi situasi yang kian tak menentu, Gedung Putih dilaporkan tengah mempertimbangkan pengiriman ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan jalur tanker minyak dan melindungi aset-aset militer AS di kawasan Teluk.
Baca Juga: Pelatih Persiba Leonard Tupamahu Ingatkan Pemain Jaga Kondisi
Meski Trump bersikeras tidak terlibat, laporan Wall Street Journal sebelumnya menyebutkan bahwa sang presiden sebenarnya telah memberikan lampu hijau bagi rencana Israel tersebut. Kini, dunia menanti apakah ketegangan ini akan mereda atau justru memicu perang terbuka yang lebih luas.(*)
Editor : Thomas Priyandoko