Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Iran Sebut AS dan Israel Serang Fasilitas Nuklir Natanz, Tidak Ada Kebocoran Radiasi

Thomas Dwi Priyandoko • Minggu, 22 Maret 2026 | 08:05 WIB

Citra satelit memperlihatkan kompleks fasilitas nuklir Natanz di Iran setelah salah satu bangunan mengalami kerusakan akibat serangan AS dan Israel pada 2 Maret 2026. (Vantor/Aljazeera)
Citra satelit memperlihatkan kompleks fasilitas nuklir Natanz di Iran setelah salah satu bangunan mengalami kerusakan akibat serangan AS dan Israel pada 2 Maret 2026. (Vantor/Aljazeera)

KALTIMPOST.ID, TEHERAN – Pemerintah Iran menyatakan fasilitas nuklir utama di Natanz menjadi sasaran serangan militer yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (21/3/2026).

Organisasi Energi Atom Iran mengatakan kompleks pengayaan uranium di Natanz diserang pada pagi hari. Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita Tasnim.

Meski demikian, pihak berwenang memastikan tidak ada kebocoran bahan radioaktif dari fasilitas tersebut.

Menurut laporan resmi, tidak ditemukan peningkatan radiasi di sekitar lokasi fasilitas nuklir Natanz yang berada sekitar 220 kilometer tenggara Teheran.

Baca Juga: Donald Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer AS ke Iran, Perang Disebut Hampir Capai Tujuan

Fasilitas yang diserang adalah kompleks pengayaan uranium Shahid Ahmadi Roshan, salah satu pusat pengayaan uranium paling penting di Iran.

Serangan ini terjadi di tengah konflik militer yang terus meningkat antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa, International Atomic Energy Agency (IAEA), menyatakan telah menerima laporan dari Iran terkait serangan tersebut.

IAEA juga memastikan tidak ada peningkatan tingkat radiasi di luar area fasilitas nuklir itu. Namun lembaga tersebut masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai insiden tersebut.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi kembali menyerukan semua pihak menahan diri agar konflik tidak memicu kecelakaan nuklir.

Baca Juga: Di Indonesia Pertamax RON 92 Rp 12.300 Per Liter, Malaysia Jual RON 95 Tetap di Harga Rp 6.700 Per Liter

Sementara itu, Rusia mengecam serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan serangan terhadap fasilitas nuklir berpotensi menimbulkan risiko besar bagi keamanan global.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran kemungkinan akan semakin meningkat dalam beberapa hari ke depan.

“Intensitas serangan terhadap rezim Iran dan infrastrukturnya akan meningkat secara signifikan,” katanya dalam pernyataan resmi.

Fasilitas nuklir Natanz sebelumnya juga pernah menjadi target serangan dalam konflik Iran dan Israel pada 2025. Saat itu beberapa bangunan di kompleks tersebut mengalami kerusakan berdasarkan citra satelit.

Konflik terbaru yang dimulai pada akhir Februari 2026 ini sebagian besar berfokus pada upaya Amerika Serikat dan Israel untuk menekan program nuklir Iran.(*)

 

Editor : Thomas Priyandoko
#amerika #fasilitas nuklir iran #radiasi #Israel #iran #donald trump