Pernyataan itu disampaikan untuk meluruskan isu yang berkembang terkait keterlibatan Indonesia dalam inisiatif yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut Prabowo, sejak awal pemerintah tidak pernah menjanjikan dukungan finansial dalam program tersebut.
“Tidak pernah ada komitmen dari Indonesia untuk menyumbang dana sebesar itu,” tegasnya dalam keterangan yang dikutip, Minggu (22/3/2026).
Prabowo menjelaskan, dalam pertemuan yang digelar di Washington pada 19 Februari lalu, Indonesia juga tidak termasuk dalam daftar negara penyumbang awal (founding donors).
Dalam forum tersebut, sejumlah negara memang menyampaikan kontribusi masing-masing, namun Indonesia memilih tidak terlibat dalam komitmen pendanaan.
Ia menegaskan, sejak awal ketika ditanya mengenai partisipasi dalam BoP, pemerintah Indonesia tidak memberikan janji apa pun terkait bantuan keuangan.
Meski demikian, Indonesia tetap membuka peluang kerja sama internasional dalam berbagai bentuk, selama sejalan dengan kepentingan nasional dan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi publik terkait posisi Indonesia dalam dinamika geopolitik global, khususnya yang berkaitan dengan inisiatif perdamaian yang digagas Amerika Serikat.
Editor : Uways Alqadrie