Dalam laporan yang dirilis Selasa (24/3), sumber yang mengetahui situasi tersebut menyebut Riyadh telah membuka kemungkinan akses militer bagi Amerika Serikat ke Pangkalan Udara King Fahd.
Kebijakan ini dinilai sebagai perubahan sikap, setelah sebelumnya kerajaan menegaskan fasilitas militernya tidak digunakan untuk menyerang Iran.
Sementara itu, langkah berbeda dilakukan Abu Dhabi. Pemerintah UEA dikabarkan menutup sejumlah fasilitas yang terkait dengan Iran, termasuk rumah sakit dan klub, yang selama ini menjadi bagian dari jaringan dukungan bagi Teheran.
Masih dari laporan yang sama, sebuah video beredar memperlihatkan dugaan peluncuran rudal ke wilayah Iran yang disebut berasal dari negara Teluk lainnya, yakni Bahrain. Namun, pihak militer AS enggan mengonfirmasi apakah operasi mereka mendapat dukungan langsung dari negara-negara kawasan tersebut.
Perkembangan ini mencerminkan meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Teluk yang selama ini menjadi mitra Washington. Respons keras Teheran terhadap serangan gabungan AS dan Israel disebut turut memperluas eskalasi konflik ke sejumlah wilayah sekitar.
Sebelumnya, serangan Israel terhadap fasilitas energi Iran memicu aksi balasan yang menyasar aset-aset vital di kawasan Timur Tengah. Situasi ini memperbesar potensi konflik terbuka yang melibatkan lebih banyak negara di kawasan.
Editor : Uways Alqadrie