KALTIMPOST.ID,NEW YORK-Sebuah keajaiban di tengah tragedi memilukan menyelimuti insiden kecelakaan pesawat Air Canada di Bandara LaGuardia, New York.
Seorang pramugari dilaporkan selamat meski sempat terpental sejauh 100 meter dari badan pesawat dalam kondisi masih terikat di kursi tugasnya.
Insiden maut yang terjadi pada Minggu (22/3/2026) malam itu melibatkan pesawat jenis CRJ-900 yang membawa 72 penumpang dari Montreal.
Mengutip laporan The Guardian, Selasa (24/3/2026), pesawat yang dioperasikan Jazz Aviation tersebut bertabrakan keras dengan sebuah truk pemadam kebakaran saat proses pendaratan.
Tabrakan hebat ini merenggut nyawa pilot Antoine Forest dan kopilot MacKenzie Gunther. Namun, di antara puing-puing kecelakaan, tim penyelamat menemukan Solange Tremblay, pramugari utama, dalam kondisi hidup.
Mukjizat di Kursi Pramugari
Baca Juga: Pesawat Air Canada Express Tabrakan dengan Truk Damkar di Bandara New York, Pilot dan Kopilot Tewas
Kisah selamatnya Tremblay menjadi sorotan dunia. Sarah Lepine, putri Tremblay, menceritakan kepada TVA News Quebec betapa ngerinya benturan tersebut hingga melontarkan kursi ibunya keluar dari pesawat.
"Ini adalah mukjizat yang luar biasa. Kursinya terlempar lebih dari 100 meter dan mereka menemukannya masih dalam keadaan terikat sabuk pengaman di kursi itu," ujar Lepine.
Tremblay kini tengah menjalani perawatan intensif akibat patah tulang kaki, namun dinyatakan dalam kondisi stabil. "Dia memiliki malaikat pelindung," tambahnya.
Kelalaian Air Traffic Control (ATC)
Kronologi kecelakaan ini mengungkap adanya dugaan kesalahan koordinasi manusia (human error). Sebelum tengah malam, sebuah truk pemadam kebakaran diizinkan melintasi landasan pacu untuk memeriksa pesawat lain yang dilaporkan berbau aneh.
Baca Juga: Korban Kebakaran Berbas Tengah Digratiskan Huni Rusunawa 3 Bulan
Dalam rekaman audio pengawas lalu lintas udara, petugas ATC terdengar memberikan izin kepada truk untuk melintas tepat saat Air Canada sedang melakukan pendaratan.
Sadar akan bahaya yang mengancam, petugas tersebut sempat berteriak histeris memerintahkan truk untuk berhenti, namun terlambat.
"Saya salah. Kami sedang menangani keadaan darurat sebelumnya," sesal petugas ATC tersebut dalam rekaman audio sesaat setelah kecelakaan terjadi.
Penumpang Saling Menolong
Kesaksian mencekam juga datang dari penumpang, Rebecca Liquori. Ia mengisahkan saat-saat terakhir sebelum benturan, jet tersebut mengalami turbulensi hebat diikuti suara ledakan keras dan pengereman mendadak.
Baca Juga: KSOP Samarinda Antisipasi Puncak Arus Balik, Penumpang Terurai ke Berbagai Jalur
"Semua orang terlempar dari tempat duduk. Ada yang terbentur, ada yang berdarah," kenang Liquori.
Di tengah kekacauan, para penumpang bahu-membahu meluncur turun melalui sayap pesawat untuk menyelamatkan diri.
Kecelakaan ini terjadi di tengah krisis kekurangan tenaga pengontrol lalu lintas udara di Amerika Serikat akibat dampak penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown), yang memicu penundaan jadwal dan menurunnya standar keamanan di berbagai bandara besar.(*)
Editor : Dwi Puspitarini