KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Timur pada November 2025 mengalami kenaikan tipis. Meski tidak signifikan, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya tenaga kerja yang belum terserap optimal di pasar kerja.
“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur banyaknya tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), TPT Kaltim pada November 2025 tercatat 5,20 persen. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 5 hingga 6 orang yang masih menganggur. Jika dibandingkan Agustus 2025, angka tersebut mengalami kenaikan 0,02 persen poin.
Baca Juga: Terus Menurun, Hanya 4-5 Orang dari 100 Pekerja Kaltim Setengah Pengangguran
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, terjadi perbedaan mencolok. TPT perempuan tercatat jauh lebih tinggi dibanding laki-laki. TPT laki-laki yakni 4,05 persen, lebih rendah dibanding perempuan yang mencapai 7,30 persen.
Menariknya, tren kedua kelompok itu bergerak berlawanan. TPT laki-laki justru mengalami penurunan 1,16 persen poin dibanding Agustus 2025. Sebaliknya, TPT perempuan meningkat cukup tajam yaitu 2,17 persen poin.
Menunjukkan adanya tantangan berbeda dalam penyerapan tenaga kerja antara laki-laki dan perempuan di Kaltim, khususnya dalam periode Agustus 2025-November 2025. (riz)
Editor : Muhammad Rizki