Dalam pertemuan bersama jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, Irfan menegaskan pentingnya menjaga kualitas layanan. Provinsi tersebut menjadi daerah dengan jumlah jemaah terbesar, sehingga berperan penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan haji secara nasional.
Ia memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama. Berbagai langkah mitigasi risiko telah disiapkan agar proses ibadah berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Selain itu, pengelolaan dana haji yang nilainya mencapai sekitar Rp18 triliun juga mendapat perhatian serius.
Pemerintah melibatkan lembaga penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian untuk memastikan transparansi dan mencegah potensi penyimpangan.
Irfan menegaskan, seluruh anggaran harus digunakan secara optimal demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah. Ia juga meminta seluruh jajaran tetap solid dan terus meningkatkan standar kerja hingga masa pemberangkatan tiba.
“Target kita jelas, memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah haji Indonesia,” pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie