KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Sorotan terhadap Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim menguat setelah diketahui tim tersebut mengantongi anggaran sekitar Rp 10 miliar dalam dokumen anggaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov Kaltim tahun 2026.
Selain besaran anggaran, jumlah personel yang mencapai 47 orang juga dinilai terlalu gemuk dan berpotensi membebani APBD. Kritik itu ditanggapi langsung Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang menegaskan bahwa publik tidak sampai keliru memahami fungsi pembentukan TAGUPP.
Yang mana, menurutnya bukan sekadar pos belanja pemerintah, melainkan instrumen untuk memastikan kualitas kebijakan daerah. “Jangan salah persepsi. Kami justru berterima kasih atas kritik dan saran yang sifatnya membangun dari masyarakat,” kata Rudy, Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Anggota DPD RI Aji Mirni Mawarni Desak Gubernur Rudy Mas’ud Transparankan Kompetensi TAGUPP Kaltim
Rudy menjelaskan, keberadaan tim ahli dibentuk untuk membantu kepala daerah menyusun kebijakan berbasis kajian sehingga keputusan yang diambil tidak keliru arah dan benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Sebab, ukuran keberhasilan pemerintahan bukan terletak pada kecilnya anggaran pendukung kebijakan, melainkan pada ketepatan keputusan yang dihasilkan.
Rudy menilai risiko kerugian akibat kebijakan yang salah jauh lebih besar dibandingkan biaya operasional tim ahli. Dengan nilai APBD provinsi ini yang mencapai puluhan triliun rupiah, setiap kebijakan strategis, kata Rudy, membutuhkan pertimbangan komprehensif agar anggaran publik tidak terbuang sia-sia.
“Ini investasi agar kebijakan kepala daerah betul-betul tepat sasaran. Kalau kebijakannya salah, berapa besar anggaran yang bisa hilang? APBD kita puluhan triliun. Jangan sampai kebijakan tidak berpihak kepada masyarakat atau tidak berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Rudy memastikan pembentukan serta operasional TAGUPP telah melalui prosedur yang sesuai dengan regulasi dan standar operasional yang berlaku. Pemerintah daerah, kata dia, tidak membentuk tim tersebut secara sembarangan. Rudy menilai anggota TAGUPP merupakan individu yang memiliki kompetensi dan pengalaman sesuai bidang masing-masing.
Bahkan, lanjut dia, komposisi tim di kepemipinannya masih lebih kecil dibandingkan sejumlah daerah lain yang memiliki struktur serupa. “Saya rasa orang-orang yang ada di dalam tim ini adalah mereka yang punya kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas. Kita juga masih jauh dibandingkan dengan daerah-daerah lain,” kuncinya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki