KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim menargetkan Gedung Pandurata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda mulai beroperasi pada pertengahan 2026. Saat ini, pembangunan fisik gedung telah rampung dan memasuki tahap pemeliharaan sebelum difungsikan untuk pelayanan kesehatan.
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menjelaskan, masa pemeliharaan dilakukan guna memastikan seluruh fasilitas bangunan berada dalam kondisi optimal saat mulai digunakan.
“Nanti setelah pekerjaan fisik selesai, saat ini masih dalam masa perawatan. Sambil berjalan, kita juga mempersiapkan pengadaan alat kesehatan yang memang membutuhkan waktu,” ujar Jaya, Selasa (31/3/2026).
Gedung Pandurata mulai dibangun sejak 2023 menggunakan skema pembiayaan bertahap dari APBD. Pada tahap awal, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran sekitar Rp 110 miliar untuk pembangunan struktur dan pondasi.
Selanjutnya pada 2024, kembali dikucurkan anggaran Rp 140 miliar guna penyelesaian dinding serta instalasi bangunan. Memasuki 2026, Dinkes Kaltim menyiapkan anggaran sekitar Rp 150 miliar khusus untuk pengadaan alat kesehatan. Pengadaan tersebut mencakup berbagai kebutuhan medis, termasuk ratusan tempat tidur pasien.
“Nah, untuk tempat tidur pasien diperkirakan mencapai 500 sampai 600 unit. Karena ini bagian dari upaya memastikan kesiapan layanan saat gedung mulai difungsikan,” jelasnya.
Baca Juga: Dinkes Kaltim Penuhi Alkes Gedung Pandurata RSUD AWS, Ditarget Beroperasi 2026
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kata dia, Gedung Pandurata ditargetkan mulai melayani masyarakat pada Mei atau Juni mendatang. Operasional penuh akan dilakukan setelah seluruh peralatan medis terpasang dan siap digunakan.
Kata Jaya, kesiapan fasilitas menjadi kunci agar kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan optimal sejak awal operasional. Selain menyiapkan gedung baru, Dinkes Kaltim juga merencanakan penataan kawasan RSUD AWS secara menyeluruh. Sejumlah bangunan lama akan dibongkar dan dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau.
Sebagian area lainnya akan dimanfaatkan sebagai lahan parkir guna mengatasi keterbatasan parkir yang selama ini dikeluhkan pengunjung rumah sakit. “Karena selama ini parkir di RSUD AWS lumayan padat. Hingga di area poliklinik, parkirnya sempit dan jaraknya cukup jauh. Nah itu yang akan dibenahi," kuncinya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki