KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kesepakatan soal pokok-pokok pikiran (pokir) di DPRD Kaltim pada dasarnya sudah terbentuk. Namun, belum semuanya benar-benar beres di atas kertas.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menyebut masih ada sejumlah mata anggaran yang belum masuk dalam pembahasan final. Situasinya, kata dia, masih cair.
“Sudah sepakat sih. Cuma ada beberapa mata anggaran yang belum dimasukkan. Kita lihat saja dulu, ini kan masih proses,” ujarnya, Senin, 30 Maret 2026 Penentuan nasib pos-pos anggaran yang tertinggal itu diperkirakan baru akan terlihat menjelang Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dijadwalkan akhir April. “Nanti satu minggu sebelum Musrenbang provinsi. Akhir April ini,” katanya.
Baca Juga: 160 Pokir DPRD Kaltim Terancam Menguap, Muhammad Samsun Tagih Komitmen Gubernur Rudy Mas’ud
Karena itu, kata dia, meski dokumen pokir sudah diserahkan, pekerjaan belum benar-benar selesai. Sinkronisasi dengan pemerintah daerah masih terus berjalan dan potensi tarik-menarik kepentingan biasanya menguat.
Sebelumnya, dalam rapat paripurna ke-7, DPRD telah menyerahkan 160 usulan pokir ke pemerintah provinsi. Namun, belum ada jaminan seluruhnya akan masuk dalam dokumen perencanaan akhir.
Sejumlah anggota dewan mulai mempertanyakan kepastian itu. Apalagi, sebagian usulan yang belum terakomodasi menyangkut hal krusial. Samsun mengingatkan, pokir bukan sekadar daftar keinginan legislatif. Itu adalah hasil serapan langsung dari kebutuhan masyarakat.
Dari total usulan yang tersisa, sekitar 50 di antaranya berupa bantuan keuangan untuk kabupaten/kota. Pos yang justru menjadi titik paling alot dalam pembahasan. Di titik ini, pokir tak lagi sekadar dokumen. (riz)
Editor : Muhammad Rizki