KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Skema kerja work from anywhere (WFA) yang diterapkan Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai tidak berjalan mulus secara teknis.
Penggunaan sistem absensi online (SAO) dan laporan kinerja yang dilaporkan lewat aplikasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (E-SAKIP) disebut kerap mengalami kendala.
Salah satu yang mengalami kendala teknis itu adalah Plt Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Armin. Dia mengaku kendala teknis masih ditemui pada sistem absensi digital yang menggunakan verifikasi retina.
Baca Juga: Disdikbud Kaltim Berharap WFH Hanya untuk Perkantoran, Sekolah Tetap Tatap Muka
"Yang agak terkendala hanya absensi saja. Kadang sistemnya sulit diakses. Kalau begitu biasanya dilaporkan lewat aplikasi atau ke BKD," ungkapnya, Kamis (2/4/2026).
Kendati demikian, Armim memastikan pengawasan terhadap kinerja ASN tetap dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. "Kita tetap memantau karena pelayanan tidak boleh terlambat. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada keluhan dari masyarakat," katanya.
Armin menambahkan, beberapa kendala pelayanan yang muncul umumnya berkaitan dengan administrasi pendidikan seperti program bantuan pendidikan atau pencairan tunjangan guru, yang menurutnya merupakan persoalan teknis yang lazim terjadi.
"Kalau ada keluhan biasanya soal administrasi seperti TPG atau layanan pendidikan lainnya. Itu hal yang biasa dan terus kita tangani," kuncinya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki