Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Strategi Baru Golkar Kaltim: Syarat Jadi Ketua DPD Daerah Wajib Maju Calon Kepala Daerah

Bayu Rolles • Jumat, 3 April 2026 | 21:36 WIB
 Muhammad Husni Fahruddin (Ayub). BAYU/KP)
Muhammad Husni Fahruddin (Ayub). BAYU/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - DPD Golkar Kaltim mulai mempertegas arah politiknya menuju pemilu 2029. Sekretaris DPD Golkar Kaltim, M. Husni Fachruddin, menyebut siapa yang nanti duduk di kursi ketua DPD kabupaten/kota bukan lagi sekedar struktur. Tapi juga punya misi khusus.

Posisi itu, lanjut dia, juga menjadi tiket politik menuju kontestasi kepala daerah. “Yang jadi Ketua Golkar kabupaten/kota itu harus siap jadi calon kepala daerah. Itu syaratnya. Kalau tidak mau maju, tidak kami jadikan ketua,” tegasnya, Jumat, 3 April 2026.

Golkar tak sekadar mencari figur yang piawai mengelola organisasi. Tapi juga figur petarung. Kini, kata pria yang akrab di sapa Ayub ini, tak ada lagi ruang ragu-ragu atau setengah hati untuk kader. Semua mesti berani maju dan menyusun langkah mendongkrak peluang kewenangan dalam pemilu nanti. 

Baca Juga: Tidak Ada Lawan! Rahmad Mas’ud Kembali Pimpin Golkar Balikpapan, Bidik 50 Persen Suara 2029

Karena itu, kursi ketua jadi gerbang penting menuju gelanggang Pilkada. “Kalau tidak berani maju, tidak punya potensi, ya tidak kami beri peluang,” tegasnya.

Di balik kebijakan itu, ada hitung-hitungan politik yang cukup rasional. Ketua DPD memegang kendali penuh atas mesin partai. Dari menggerakkan struktur, mengonsolidasikan kader, sampai menyusun kerja-kerja pemenangan. 

Jika figur calon kepala daerah bukan berasal dari ketua, maka ada risiko mesin partai tak bergerak maksimal. “Ketua itu pemimpin organisasi. Mesin partai dia pegang. Kalau bukan dia yang maju, sulit menggerakkan,” imbuhnya.

Baca Juga: Terpilih Aklamasi di Musda XI Partai Golkar, Ikhwan Antasari Siap Kawal Paser Tuntas hingga 2030

Dengan begitu, Golkar juga bisa memastikan tak ada dua matahari dalam satu struktur organisasi. 

Ketika disinggung soal nama-nama yang kini cukup populer di legislatif, seperti Andi Satya Adi Saputra hingga Hasanuddin Mas’ud (Hamas), Ayub tak menampik potensi mereka.

Tapi dia tetap berpegang pada rumus politik yang ditetapkan Golkar. Siapa yang terpilih jadi ketua DPD Kabupaten/kota, dialah yang diusung.

“Siapa yang jadi Ketua Golkar di daerah, itu yang akan kita dorong jadi calon kepala daerah. Itu intinya,” pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
#pilkada #golkar kaltim #kepala daerah terpilih #kepala daerah