Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

LAPORAN KHUSUS: Tol Balikpapan–Samarinda Jadi Tulang Punggung Mobilitas Kaltim, Lebaran 2026 Tembus 270 Ribu Kendaraan dan Terintegrasi ke IKN

Muhammad Ridhuan • Minggu, 5 April 2026 | 06:00 WIB
Tol IKN saat operasional. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)
Tol IKN saat operasional. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID-Sejak diresmikan penuh oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Agustus 2021 lalu, Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) menjadi simbol konektivitas baru jalan bebas hambatan di Pulau Kalimantan.

Sebagai yang pertama, tol ini memang menemukan jalan panjang dan berliku sejak dibangun hingga beroperasional penuh. Namun tak dimungkiri, tol ini menjadi fondasi penting transformasi mobilitas di Kaltim.

Awalnya dibangun untuk memangkas waktu tempuh antar dua kota utama, perannya kini berkembang jauh melampaui fungsi dasar. Menjadi salah satu infrastruktur yang menjadi urat nadi pergerakan orang dan barang. Terutama sejak hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Momentum libur Idulfitri 2026 lalu contohnya. Tol Balsam bekerja dalam tekanan arus tinggi.

Melalui keterangan resminya yang disampaikan kepada Kaltim Post, Jumat (3/4) lalu, PT Jasamarga Balikpapan Samarinda dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim mencatat, total 270.784 kendaraan melintas di ruas tol tersebut, meningkat 22,84 persen dibandingkan lalu lintas normal.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: IKN Ramai Dikunjungi saat Lebaran, Akademisi Unmul Ingatkan Fungsi Utama sebagai Ibu Kota Negara

Angka itu bukan anomali sesaat. Tren serupa sudah terlihat pada periode libur sebelumnya. Saat Natal dan Tahun Baru 2025/2026, volume kendaraan diproyeksikan menembus lebih dari 242 ribu unit atau naik sekitar 21 persen. Sementara pada libur Imlek 2026, peningkatan mencapai 17,1 persen.

“Di luar itu, bahwa sepanjang triwulan I 2026, pergerakan lalu lintas di Tol Balsam cenderung stabil. Atau secara umum kenaikan lalu lintas tidak terlalu signifikan, kecuali saat libur Lebaran dan libur lainnya,” ucap Kepala BBPJN Kaltim Yudi Hardiana.

Dalam praktiknya, Tol Balsam pun telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam menghadapi mobilitas tinggi. Menggantikan dominasi jalur arteri, Jalan Soekarno-Hatta (Ruas Balikpapan – Samarinda) yang sebelumnya rawan kepadatan, pohon tumbang, dan waktu tempuh panjang.

Memiliki total sepanjang 99,27 kilometer, Tol Balsam juga dilengkapi berbagai fasilitas. Mencakup empat gerbang tol (Manggar, Karang Joang, Samboja, Palaran) dan tiga rest area tipe A (KM 26A, 36A ke Samarinda, KM 26B ke Balikpapan). Fasilitas rest area menyediakan SPBU, masjid, toilet bersih, minimarket, kuliner UMKM, klinik, dan parkir luas.

“Dalam waktu dekat juga akan dibuka SPBU di rest area KM 36B, selain itu telah terdapat SPKLU sebanyak 2 unit di rest area 36 B,” tambah Yudi.

Peran strategis Tol Balsam pun sudah dimulai sejak Tol IKN difungsionalkan. Meski terbatas hanya untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran. Namun sejak dibukanya secara fungsional ruas Tol IKN, koridor yang menghubungkan, Tol Balsam juga menjadi gerbang utama menuju kawasan IKN.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Kunjungan ke IKN Terjadi Lonjakan tapi Sayang Wisatawan Lebih Memilih Menginap di Balikpapan karena Alasan Akomodasi yang Lengkap

Lebaran lalu, masyarakat bisa melalui Tol IKN Seksi 1B, yang dimulai di sekitar Kilometer 8 Tol Balsam (Balikpapan Selatan) menuju arah IKN.

Menghubungkan Balikpapan dan Sepaku dalam waktu sekitar 60 menit. Di sisi lain, kemudahan akses ini turut memicu lonjakan kunjungan masyarakat ke IKN, terutama pada momen libur panjang.

“Ke depan kami akan terus berkolaborasi dengan operator Tol IKN agar integrasi pelayanan berjalan baik,” kata Yudi.

Adapun terkait fungsional penuh Tol IKN, dalam wawancara sebelumnya, Yudi menyebut, progres pembangunan Tol IKN secara keseluruhan telah mencapai sekitar 80 persen. Sejumlah pekerjaan masih difokuskan pada penyelesaian akses-akses penting untuk mendukung konektivitas penuh.

“Ke depan, kami akan melengkapi perlengkapan jalan tol serta menyelesaikan sejumlah akses seperti ramp Tol IKN 1B dari Samarinda ke Sepinggan, ramp 2 Tol IKN 3A-2 menuju IKN, Exit Tol Karangjoang ke Jalan Nasional Soekarno Hatta, serta pembangunan interchange di Kariangau dan Simpang Riko,” papar pekan lalu.

Terkait akses langsung menuju KIPP, ia menyebut masih menunggu penyelesaian paket pekerjaan lanjutan.

“Untuk bisa tembus hingga zona inti atau KIPP, kami menunggu penyelesaian Paket JBH IKN 6B-2 dari Satker IKN 1. Targetnya kemungkinan pada Desember 2026,” tambahnya.

Secara konstruksi, Tol IKN ditargetkan rampung pada akhir 2026. Namun, operasional penuh secara terus-menerus masih menunggu kebijakan pemerintah pusat, termasuk terkait skema pengelolaan jalan tol tersebut. (rd)

Editor : Romdani.
#mudik lebaran #penajam paser utara #ibu kota nusantara #tol ikn #Kutai Barat