
KALTIMPOST.ID-Tol Balsam juga bakal menjadi bagian dari desain konektivitas jangka panjang di Kaltim. Salah satu rencana pengembangannya adalah ruas Samarinda–Bontang, yang diharapkan dapat memperluas jaringan hingga kawasan industri di wilayah utara.
Namun lebih jauh, Yudi menyebut proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan. “Untuk Tol Samarinda–Bontang masih menunggu skema pembiayaan dari pemerintah pusat,” singkat Yudi.
Untuk diketahui, Mei 2025 lalu, Pemprov Kaltim meyakinkan akan tetap memperjuangkan realisasi Tol Samarinda – Bontang. Bahkan proyek ini sempat disebut masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Dengan pembangunan dimulai di 2028 dengan perkiraan nilai proyek mencapai Rp 15 triliun.
Namun wacana tersebut memudar seiring dengan intensnya kebijakan pemangkasan anggaran oleh Presiden Prabowo Subianto.
Hingga pada Oktober tahun lalu muncul opsi dari Pemprov Kaltim untuk menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Adapun menurut keterangan terakhir dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim awal tahun ini, menyebut rencana Tol Samarinda-Bontang masih diranah Kementerian PU khususnya terkait penyediaan anggaran.
Kaltim Post berupaya mencari informasi terkini, namun hingga berita ini dimuat, permintaan wawancara dengan Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim belum menerima tanggapan. (rd)
Editor : Romdani.