KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh beredarnya potongan video ceramah yang menyinggung ajakan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029. Konten tersebut memicu perdebatan luas di tengah publik.
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, menilai narasi tersebut sebagai pernyataan yang tidak tepat, apalagi disampaikan oleh kalangan akademisi. Ia menyebut ajakan seperti itu keluar dari koridor demokrasi dan berpotensi mengganggu stabilitas nasional.
Baca Juga: Info Terupdate! Seleksi CPNS 2026 Diprediksi Mulai Agustus, Ini Skema Terbaruna
Menurut Rico, pergantian kepemimpinan di Indonesia sudah memiliki mekanisme yang jelas melalui pemilu. Karena itu, dorongan untuk menjatuhkan presiden di luar jalur konstitusional dinilai tidak mencerminkan kedewasaan berdemokrasi.
Di sisi lain, ia menilai kinerja pemerintah saat ini masih menunjukkan sejumlah capaian, meski dihadapkan pada tekanan global. Stabilitas harga kebutuhan pokok pasca-Lebaran disebut relatif terjaga, termasuk pasokan yang tetap tersedia di pasaran.
Tak hanya itu, pemerintah juga dianggap mampu menjaga harga bahan bakar minyak agar tidak melonjak tajam, berbeda dengan sejumlah negara lain yang mengalami kenaikan signifikan.
Dalam bidang keamanan, langkah tegas presiden terhadap aksi kekerasan politik turut mendapat sorotan. Pemerintah dinilai cepat merespons kasus penyiraman air keras terhadap aktivis, termasuk dengan penindakan terhadap pelaku.
Baca Juga: Akselerasi IKN, 2.000 ASN Mulai Berkantor, Kompleks Legislatif Jadi Prioritas 2026
Sementara dalam pemberantasan korupsi, survei Median menunjukkan tingkat kepuasan publik yang cukup tinggi. Hal ini dinilai menjadi indikator adanya kepercayaan masyarakat terhadap upaya penegakan hukum yang berjalan.
Rico mengingatkan, wacana menjatuhkan presiden tanpa melalui mekanisme yang sah justru berpotensi menimbulkan instabilitas politik. Ia menegaskan, sistem demokrasi Indonesia telah menyediakan jalur yang jelas dan legal untuk pergantian kekuasaan.
Editor : Uways Alqadrie