Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Krisis BBM di Prancis: Ribuan SPBU Kosong, Panic Buying Dipicu Price Cap dan Perang Timur Tengah

Uways Alqadrie • Minggu, 5 April 2026 | 15:51 WIB
Antrean panjang kendaraan mengular di sebuah SPBU di Prancis akibat kelangkaan BBM, dipicu gangguan pasokan energi global. (Foto CNN)
Antrean panjang kendaraan mengular di sebuah SPBU di Prancis akibat kelangkaan BBM, dipicu gangguan pasokan energi global. (Foto CNN)

KALTIMPOST.ID, PARIS – Krisis bahan bakar minyak (BBM) mulai melanda Prancis. Ratusan hingga ribuan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) dilaporkan kehabisan stok akibat lonjakan pembelian oleh masyarakat yang khawatir pasokan semakin menipis.

Lonjakan ini dipicu kebijakan pembatasan harga (price cap) yang justru mendorong konsumsi secara besar-besaran. Di saat bersamaan, distribusi energi global terganggu imbas konflik di Timur Tengah, membuat pasokan semakin tertekan.

Baca Juga: Tangis Pecah di Pemakaman Kopda Farizal, Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dimakamkan Militer di Kulon Progo

Data Kementerian Energi Prancis menyebut sekitar 900 SPBU mengalami kekosongan pada salah satu jenis BBM.

Namun sejumlah laporan lain memperkirakan jumlahnya lebih tinggi, bahkan mencapai 1.600 titik. Dari angka tersebut, sekitar 700 SPBU berasal dari jaringan perusahaan energi besar.

Pemerintah Prancis menilai masalah utama bukan pada ketersediaan nasional, melainkan hambatan distribusi dan logistik.

Meski demikian, dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama dengan melonjaknya harga diesel hingga menyentuh kisaran 2,25 euro per liter.

Baca Juga: Viral Ajakan Jatuhkan Presiden Prabowo Sebelum 2029, Rico Marbun: Ancaman Nyata bagi Demokrasi Indonesia

Situasi ini tidak lepas dari memanasnya konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang turut mengganggu jalur vital pasokan minyak dunia, termasuk di Selat Hormuz.

Ketidakpastian tersebut memperparah tekanan energi di Eropa dan memicu kepanikan di tingkat konsumen.

Editor : Uways Alqadrie
#krisis BBM di Eropa #presiden prancis #perang timur tengah #donald trump #perang Iran Amerika Serikat