Pemprov Kaltim Ubah Skema WFA Menjadi WFH, Gubernur Rudy Mas’ud: Fokus Penghematan Anggaran Daerah

Eko Pralistio • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 14:29 WIB
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (EKO/KP)
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (EKO/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Pola skema kerja work from anywhere (WFA) yang diterapkan Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) sejak Februari 2026 akan disesuaikan menjadi work from home (WFH).

Penyeusiaan itu terjadi setelah surat edaran (SE) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud mengatakan, kebijakan WFA yang sedang berjalan ini akan disesuaikan menjadi WFH. 

"WFA sudah kita terapkan, dan akan disesuaikan ke WFH. Kenapa kemarin kita WFA? Karena saat Ramadan itu hari Jumat jam kerjanya tidak efektif, masuk pukul 08.00 dan pulang sekitar pukul 11.00 Wita. Karenanitu WFA diterapkan sekaligus mengurangi kegiatan operasional," ucapnya, Senin (6/4/2026).

Nah, penerapan WFH atau bekerja dari rumah ini dianggapnya tidak hanya berdampak ke penghematan BBM, akan tetap juga menekan  Menurutnya, penerapan kerja dari rumah tidak hanya berdampak pada penghematan BBM, tetapi juga menekan berbagai pengeluaran rutin pemerintah daerah.

Misalnya, pengurangan aktivitas kantor membuat penggunaan listrik, pendingin ruangan (AC), konsumsi rapat, hingga kebutuhan barang habis pakai ikut berkurang. Selain itu, kebijakan tersebut juga berdampak pada pengurangan pemeliharaan kendaraan dinas karena mobilitas pegawai menjadi lebih rendah.

"Bukan hanya bahan bakar, tapi makan minum, listrik, AC, dan barang konsumabel bisa kita kurangi. Termasuk kegiatan yang tidak terlalu penting," (riz)

 

Editor : Muhammad Rizki
Sumber : Kaltim Post
pemprov kaltim Rudy Masud wfa asn wfh asn