Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

13 Ribu Pelajar Terdampak! 9 Dapur MBG di Bontang Disetop, Ini Penyebabnya

Adhiel kundhara • Senin, 6 April 2026 | 17:17 WIB
DISTRIBUSI: Salah satu menu makan MBG yang masih bisa beroperasi dapurnya pada hari ini di Kota Bontang. ADIEL KUNDHARA/KP
DISTRIBUSI: Salah satu menu makan MBG yang masih bisa beroperasi dapurnya pada hari ini di Kota Bontang. ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang mengalami kendala serius. Sebanyak sembilan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa dihentikan sementara operasionalnya sejak awal April 2026.

Penyebabnya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di dapur-dapur tersebut belum memenuhi standar yang ditetapkan. Kepala SPPG Regional Bontang, Surya Dwi Saputra, mengatakan kebijakan penghentian ini berdampak langsung pada ribuan pelajar yang selama ini menjadi penerima manfaat program MBG.

“Sembilan dapur kami suspend karena IPAL belum sesuai spesifikasi. Untuk sementara, sekitar 13 ribu pelajar tidak mendapatkan layanan MBG,” kata Surya.

Ia merinci, sembilan dapur tersebut tersebar di tiga kecamatan. Rinciannya, empat dapur berada di Bontang Utara, tiga dapur di Bontang Selatan, dan dua dapur di Bontang Barat. Setiap dapur diketahui melayani rata-rata 1.500 pelajar.

Baca Juga: Jembatan Putus di Muara Ancalong Bikin Heboh, Camat Tegaskan Bukan Akses Utama Warga

Dengan dihentikannya operasional dapur tersebut, distribusi makanan bergizi kepada pelajar pun otomatis terhenti. Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.

Surya menegaskan, pihak pengelola dapur diberikan waktu selama 14 hari untuk melakukan pembenahan, khususnya terkait kelengkapan perizinan serta standar pengolahan limbah.

“Fokus utama perbaikan ada pada IPAL. Kami berharap seluruh dapur bisa segera memenuhi persyaratan agar distribusi MBG kembali berjalan normal,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Bontang Selatan, Aldila Huud, turut membenarkan penghentian sementara tersebut. Ia menyebut dapur yang belum memenuhi standar IPAL memang tidak diperkenankan beroperasi hingga proses pembenahan selesai.

Baca Juga: Isu Rangkap Jabatan Dewas PTMB Balikpapan Disorot, Wawali: Jika Langgar Aturan Akan Dikoreksi

Menurutnya, proses pengerjaan IPAL diperkirakan tidak memakan waktu lama. Bahkan, dalam kondisi optimal, perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tujuh hari.

“IPAL harus menggunakan biofiller agar sesuai standar. Kalau pengerjaan lancar, sebenarnya bisa selesai dalam waktu satu minggu,” tutur dia.

Meski demikian, ia memastikan tidak semua dapur terdampak. Beberapa dapur yang telah memenuhi standar tetap beroperasi dan terus mendistribusikan makanan kepada pelajar. “Dapur saya tetap jalan, distribusi tidak berhenti,” katanya.

Adapun sembilan dapur MBG yang dihentikan sementara meliputi Gunung Elai 2 (Yayasan Ceria Mandiri), Tanjung Laut Indah (Yayasan Langit Biru Borneo), Tanjung Laut (Yayasan Pembinaan Pendidikan Islam), Berebas Tengah 2 (Yayasan Pendidikan Ibnu Abbas).

Lalu Gunung Telihan (Yayasan Pendidikan Ibnu Abbas), Bontang Baru 2 (Yayasan Pembinaan Pendidikan Islam), Bontang Baru 3 (Yayasan Manunggal Kartika Jaya), Gunung Telihan 2 (Yayasan Tunas Bangsa Dua), serta Loktuan (Yayasan Pengusaha Warteg Bahari Indonesia). (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#dapur MBG Bontang dihentikan #MBG Bontang 2026 #IPAL dapur MBG #13 ribu pelajar terdampak #program Makan Bergizi Gratis