SAMARINDA — Pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mahakam Ulu masa bakti 2026–2030 tak hanya dibarengi target prestasi. Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, memberi peringatan tegas soal pentingnya tata kelola organisasi dan keuangan yang disiplin.
Dalam sambutannya pada pelantikan di Ruang Rapat KONI Kaltim, Selasa (7/4) malam, Rusdiansyah menekankan bahwa keberhasilan organisasi olahraga bukan hanya diukur dari raihan medali, tetapi juga dari tertib administrasi.
“Saya ingatkan, hati-hati dalam mengelola anggaran. Banyak kasus yang terjadi itu justru soal administrasi,” ujarnya. Ia meminta pengurus yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi internal dan menyusun peta jalan (road map) pembinaan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Menurutnya, kepastian jadwal Porprov tersebut sudah diputuskan dalam rapat koordinasi terakhir, sehingga tidak ada lagi alasan untuk menunda persiapan. “Segera buat road map untuk mencapai prestasi. Porprov sudah pasti digelar November 2026, jadi persiapan harus dimulai dari sekarang,” tegasnya.
Selain itu, Rusdiansyah juga mengapresiasi kerja tim karteker KONI Mahulu yang berhasil menuntaskan proses musyawarah hingga pelantikan pengurus definitif. Ia menyebut proses tersebut berjalan baik dan menjadi modal awal bagi kepengurusan baru.
Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam mendorong prestasi olahraga. Menurutnya, sinergi antara KONI dan pemerintah akan menjadi kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui olahraga.
Namun, ia kembali mengingatkan agar pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan terstruktur. Ia menyarankan agar pengurus menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, termasuk pemisahan alokasi untuk cabang olahraga dan operasional organisasi.
Baca Juga: Porprov VIII Kaltim Digelar November 2026, Kadispora Kukar Minta Cabor Segera Bersiap
“Kalau SOP jelas, semua akan berjalan di jalur yang benar. Kita tidak hanya sukses prestasi, tapi juga aman secara administrasi,” katanya.
Rusdiansyah menegaskan, pengurus KONI Mahulu harus mampu menjaga keseimbangan antara ambisi prestasi dan tata kelola yang baik. Dengan begitu, target besar di Porprov 2026 dapat tercapai tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Bukan hanya sukses pelantikan hari ini, tapi sukses prestasi dan juga sukses administrasi,” tandasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki