KALTIMPOST.ID-Pemerintah Iran mengumumkan jalur pelayaran alternatif bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz pada Rabu (9/4/2026) waktu setempat.
Langkah ini diambil karena adanya risiko ranjau laut di jalur utama salah satu rute energi terpenting dunia tersebut.
Teheran sebelumnya menyetujui pembukaan sementara Selat Hormuz sebagai bagian dari gencatan senjata selama dua pekan.
Baca Juga: Laju Tak Terbendung! Prediksi Harga Emas Hari Ini 9 April 2026: Diproyeksi Kembali Meroket
Jalur perairan ini sangat vital karena sekitar seperlima pasokan minyak dunia biasanya melewati kawasan tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip media lokal, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meminta seluruh kapal yang akan melintasi Selat Hormuz untuk mengikuti rute alternatif demi keselamatan pelayaran.
“Semua kapal yang berniat melintasi Selat Hormuz diberitahukan bahwa demi mematuhi prinsip keselamatan maritim dan untuk menghindari kemungkinan tabrakan dengan ranjau laut, mereka harus menggunakan jalur alternatif,” demikian isi pernyataan tersebut.
Baca Juga: Trump Tunda Serangan ke Iran 2 Pekan: Harga Minyak Dunia Langsung Turun, Perundingan Damai 10 April
IRGC juga membagikan petunjuk mengenai jalur masuk dan keluar alternatif bagi kapal yang melintas di selat strategis tersebut.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata selama dua minggu pada malam 7 April.
Kesepakatan itu tercapai kurang dari satu jam sebelum batas waktu yang diberikan Presiden AS Donald Trump kepada Teheran untuk mencapai kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Iran diketahui sempat menutup secara efektif jalur pelayaran utama tersebut sejak awal Maret, yang memicu lonjakan harga energi global.(*)