Kenalkan Sejarah Panjang, Film Dayak Diharapkan jadi Ruang Ekspresi Baru Generasi Muda

Oktavia Megaria • Dipublikasikan Sabtu, 11 April 2026 | 14:15 WIB
RUANG: Film Dayak disebut jadi ruang baru masyarakat lokal. (ANGGI PRADITHA/KP)
RUANG: Film Dayak disebut jadi ruang baru masyarakat lokal. (ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Penggarapan film kolosal berjudul “Dayak”, diharapkan tim produksi bisa menjadi langkah baru masyarakat lokal. Tak ayal, proyek ini disebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sejumlah pimpinan daerah di wilayah Kalimantan. 

Penanggung Jawab Produksi, Abriantinus mengatakan, dukungan bahkan datang dari Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Di mana, film ini juga menjadi bagian dari upaya revitalisasi budaya. 

“Kami ingin menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang mulai tergerus melalui medium film,” ujarnya.

Baca Juga: Tok! Pemerintah Terapkan WFH Mulai 10 April, Cek Bedanya ASN vs Swasta Biar Gak Salah Paham

Tak hanya itu, ia mengaku momentum ini turut menjadi langkah konkret mereka untuk memperkenalkan kembali sejarah panjang masyarakat Dayak. Sekaligus menjadi ruang ekspresi baru bagi generasi muda.

Menurutnya, ini bukan hanya soal membuat film, tapi juga menggali dan mengembangkan sumber daya manusia. Khususnya generasi muda Dayak. 

“Kami ingin mereka punya ruang untuk berkembang di industri kreatif,” tambahnya. 

Kendati begitu, diakuinya beragamnya sub suku dalam masyarakat adat Dayak, cukup menjadi tantangan besar. Walau begitu, ia menegaskan film ini bukan meleburkan semua sub suku. 

Baca Juga: Puluhan Kendaraan Ditindak Dishub di Jalan Protokol, Ini Kawasan yang Langganan Parkir Sembarangan

Sebaliknya, mereka akan berkoordinasi dengan masing-masing sub suku untuk menyampaikan proyek tersebut.

“Memang kami kan tidak bisa ambil semua karena ada lebih dari 500 sub suku. Tapi sub-sub terbesarnya yang memang kita akomodir semua untuk bersama-sama membangun dan menyinkronisasi,” pungkasnya. (*)

Editor : Duito Susanto
film kolosal generasi muda adat dayak budaya Dayak kaltim