Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Donald Trump Terancam Dimakzulkan? Dukungan Pemakzulan Tembus 52 Persen

Uways Alqadrie • Minggu, 12 April 2026 | 07:42 WIB
Donald Trump, presiden Amerika Serikat.
Donald Trump, presiden Amerika Serikat.

KALTIMPOST.ID, WASHINGTON – Posisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan. Gelombang tekanan politik meningkat seiring munculnya survei terbaru yang menunjukkan dukungan publik terhadap pemakzulan mulai melampaui angka mayoritas.

Laporan yang dikutip dari Newsweek menyebutkan, sekitar 52 persen pemilih terdaftar mendukung langkah pemakzulan, sementara 40 persen menolak.

Baca Juga: Sensasi Iga Sapi Saus Ponzu di Aston Samarinda: Perpaduan Mewah Jepang-Lokal yang Bikin Nagih!

Survei ini dilakukan oleh kelompok advokasi Free Speech for People bersama Impeach Trump Again dengan margin of error 3,9 persen.

Menariknya, dukungan tidak hanya datang dari kubu oposisi. Sebagian pemilih Partai Republik—yang selama ini dikenal sebagai basis kuat Trump—juga mulai menunjukkan sikap berbeda. Fenomena ini dinilai tidak lazim terjadi pada awal masa pemerintahan seorang presiden.

Presiden Free Speech for People, John Bonifaz, bahkan membandingkan situasi ini dengan era Richard Nixon, di mana tekanan pemakzulan saat itu muncul lebih lambat.

Di sisi lain, tingkat kepuasan publik terhadap Trump tercatat menurun. Angka persetujuan berada di kisaran 39 persen, sementara mayoritas responden menyatakan ketidakpuasan.

Peta politik pun semakin terbelah tajam antara pemilih Demokrat dan Republik, dengan kelompok independen cenderung berada di tengah namun condong mendukung pemakzulan.

Tekanan juga datang dari Capitol Hill. Anggota DPR dari Connecticut, John Larson, telah mengajukan belasan pasal pemakzulan.

Ia menuding kebijakan Trump, terutama terkait Iran, sebagai tindakan yang melampaui kewenangan dan membahayakan kepentingan nasional.

Baca Juga: Eks Menlu Iran Kamal Kharrazi Tewas Usai Serangan Udara AS-Israel

Langkah tersebut mendapat dukungan dari sejumlah tokoh Demokrat, termasuk Nancy Pelosi dan Chris Murphy. Selain jalur pemakzulan, opsi penggunaan Amandemen ke-25 juga mulai disuarakan.

Anggota DPR Jim McGovern menilai langkah itu perlu dipertimbangkan serius, sementara Alexandria Ocasio-Cortez mengingatkan kondisi politik saat ini berada di titik rawan.

Kritik turut diarahkan pada kebijakan luar negeri pemerintah AS, khususnya terkait ketegangan dengan Iran. Anggota Kongres Yassamin Ansari bahkan berencana mendorong proses pemakzulan terhadap Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Meski demikian, respons Trump terbilang santai. Ia menyindir upaya tersebut dan menganggapnya sebagai manuver politik yang tidak berdasar.

Secara politik, upaya pemakzulan masih menghadapi jalan terjal. Partai Republik saat ini memegang kendali di DPR maupun Senat, sehingga dukungan mayoritas—terutama dua pertiga suara di Senat—menjadi tantangan besar untuk merealisasikan pemakzulan.

KmBaca Juga: Eks Menlu Iran Kamal Kharrazi Tewas Usai Serangan Udara AS-Israel

Situasi ini menegaskan bahwa dinamika politik Amerika Serikat kian memanas, dengan polarisasi yang semakin dalam dan tekanan terhadap pemerintahan yang terus meningkat.

Editor : Uways Alqadrie
#pemakzulan Donald Trump #washington dc #donald trump #as #iran #perang Iran Amerika Serikat